"Saya baru saja keluar rumah, melihat mobil saya sudah hitam kena abu Raung. Abunya hitam seperti pasir," ujar salah seorang warga Banyuwangi, Dika (34).
Menurut Dika, hujan abu vulkanik Gunung Raung ini terjadi sekitar siang ini. Sebelumnya dirinya tidak pernah merasakan adanya abu vulkanik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal yang sama diakui Firdaus, juga warga Kota Banyuwangi. Dirinya baru menyadari adanya hujan abu vulkanik Raung saat mengendarai motor. Firdaus merasa perih di mata saat berkendara.
"Pedih di mata. Saya baru sadar jika hujan abu," katanya.
Abu vulkanik Gunung Raung memang terjadi di sekitar Kota Banyuwangi. Selain itu, abu juga terjadi di wilayah kecamatan Genteng dan Songgon.
Menurut Petugas Pos Pantau Gunung Api (PPGA) Raung, Burhan Alethea, abu vulkanik yang menghujani wilayah Banyuwangi karena ada perubahan arah angin. Kalau biasanya arah angin menuju timur, kini berubah menuju tenggara dan selatan.
"Arah angin memang berubah. Menurut laporan hujan abu sudah ada di wilayah Banyuwangi, Genteng dan Songgon," ujarnya.
Abu vulkanik ini muncul, tambah Burhan, karena aktivitas letusan di dalam kawah gunung Raung yang bertipe strombolin.
"Letusan terjadi setiap hari. Dan muncul abu di puncak gunung seperti itu," ujarnya. (rul/try)











































