Sosialisasi Cara Jadi TKI yang Benar Lewat Pasar Murah Ala BNP2TKI

Sosialisasi Cara Jadi TKI yang Benar Lewat Pasar Murah Ala BNP2TKI

Ahmad Toriq - detikNews
Jumat, 10 Jul 2015 15:29 WIB
Sosialisasi Cara Jadi TKI yang Benar Lewat Pasar Murah Ala BNP2TKI
Foto: Nusron
Jakarta - Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) menggelar pasar murah di Blitar dan Nganjuk, Jawa Timur. Keluarga TKI di kedua wilayah tersebut antusias belanja di pasar murah itu.

Kegiatan pasar murah ini tepatnya digelar di Pendopo Kecamatan Talun, Kantor Kepala Desa Pasirharjo, Kabupaten Blitar, dan Desa Cengkok, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk.

Pasar murah dibuka Kepala BNP2TKI Nusron Wahid dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Syaifullah Yusuf didampingi Eksekutif Sinarmas Lukmono, Eksekutif Artha Graha Selvi, serta Kepala LP3TKI Surabaya Tjipto Utomo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam sambutannya, Nusron menjelaskan soal fungsi dan tugas lembaga yang dipimpinnya. Dia menjelaskan kepada masyarakat Blitar dan Nganjuk bahwa segala sesuatu yang ada kaitannya dengan masalah penempatan dan perlindungan TKI adalah tugas dan pekerjaan BNP2TKI.

"Jika sampai ada majikan yang jawil-jawil TKI itu juga menjadi bagian dari pekerjaan BNP2TKI untuk membantu mengurus dan melindungi TKI di luar negeri," kata Nusron dalam siaran pers yang diterima, Jumat (10/7/2015).

Dalam kesempatan tersebut, Nusron sekaligus menyosialisasikan bagaimana menjadi TKI secara benar mulai dari proses penempatan, kerja, hingga kembalinya ke tanah air, serta bagaimana cara aman mengirimkan uang untuk keluarga di Indonesia.

Nusron juga menyampaikan dan mengajak masyarakat di Blitar dan Nganjuk agar jangan sampai para istri di daerah Blitar dan Nganjuk bekerja menjadi TKI di luar negeri, lalu suaminya kawin lagi di Indonesia. Pesan moral itu ditegaskan Nusron karena sudah ada beberapa kasus seperti itu yang terjadi.

Adapun terkait dengan acara pasar murah, Nusron mengatakan penyelenggaraan Pasar Murah di Blitar dan Nganjuk ini merupakan yang terakhir dari rangkaian safari Ramadan yang diselenggarakan BNP2TKI sejak awal Ramadan, yakni di Cirebon, Jakarta, Kendal, dan Kudus.

Di pasar murah tersebut, mereka dapat membeli minyak goreng seharga Rp 9.000 per liter dan paket sembako berisi beras, minyak goreng, gula pasir, dan mie instan. Minyak goreng yang disediakan sebanyak 5.000 liter sedangkan paket sembako lebih dari 1.000 bungkus dengan harga Rp 25.000 per bungkus. (tor/van)


Berita Terkait