Bawa Kabur Duit Bank Rp 1,1 Miliar, Sopir Armorindo Ditangkap

Bawa Kabur Duit Bank Rp 1,1 Miliar, Sopir Armorindo Ditangkap

Mei Amelia R - detikNews
Jumat, 10 Jul 2015 15:51 WIB
Bawa Kabur Duit Bank Rp 1,1 Miliar, Sopir Armorindo Ditangkap
Foto: Mei Amelia
Jakarta - Tim Unit IV Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengungkap kasus perampokan uang bank Rp 1,1 miliar yang hendak diantar perusahaan jasa sekuriti ke sejumlah ATM.

Perampokan ini diotaki oleh pegawai outsorcing PT Labora yang bekerja sebagai sopir di PT Armorindo.

"Tadi malam, anggota Resmob berhasil menangkap pelaku perampokan uang yang diangkut perusahaan penyedia jasa keamanan, PT Armorindo yang membantu memasukkan uang bank ke sejumlah ATM," terang Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (10/7/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"PT Armorindo ini perusahan rekanan BCA yang bertugas mengisi ATM di beberapa tempat. Salah satunya menyediakan sekuriti, sopir dan kendaraan," lanjutnya.

Tiga pelaku yang berhasil ditangkap yaitu Erik (32), Toyo (25) dan Udin (21). Udin ditangkap di Duren Sawit, Jakarta Timur, sedangkan Erik dan Toyo ditangkap di Cilegon, Banten saat hendak menyeberang ke Merak.


Foto: Mei Amelia/detikcom



Perampokan terjadi ketika PT Armorindo hendak mengisi uang Bank BCA ke ATM di Alfamidi, Tebet, Jakarta Timur, pada Minggu (5/7) lalu. Sebelumnya, mobil Armorindo telah melakukan pengisian uang ke sejumlah ATM di Jl Otista, Jl Dewi Sartika, Jakarta Timur dan di Asem Baris, Tebet, Jaksel.

"Erik ini karyawan PT Labora, perusahaan ouutsorcing yang diperbantukan di PT Armorindo. Dia bertugas sebagai sopir mobil PTArmorindo," ujarnya.

Selain Erik, saat itu ada 3 rekannya yang bertugas mengantar uang di dalam satu mobil yakni 2 orang sekuriti Armorindo bernama Petrus Laoly dan Edhy Dhanarto serta Abdul Muis selaku staf PT Armorindo.

"Saat tiba di lokasi, tersangka Erik menyuruh rekan-rekannya turun duluan, dengan alasan hendak mencari parkiran. Padahal seharusnya sebelum uang itu turun, mobil harus dijaga 2 sekuriti," jelas Krishna.

Setelah mengelabui 3 orang rekannya, Erik kemudian kabur. Ia lalu berhenti di Karet, Tanahabang, Jakarta Pusat untuk memindahkan 2 cartridge uang senilai Rp 1,4 miliar ke mobil Avanza yang ditumpangi 2 orang temannya. Mobil Avanza ini membuntuti mobil Armorindo sejak keluar dan melakukan pengisian uang di sejumlah ATM.

"Uang yang ada di 2 cartridge yang ada di dalam 2 ransel itu kemudian dipindahkan ke mobil Avanza, sementara mobil Armorindo ditinggal di Karet,"Β  terang Krishna.

Selanjutnya, para pelaku melarikan diri ke Indramayu, Jawa Barat. Di situ, mereka membongkar cartridge uang dengan menggunakan kapak. Para tersangka ditangkap di bawah pimpinan Kasubdit Resmob Polda Metro AKBP Didik Sugiarto dan Kanit IV Subdit Resmob Kompol Teuku Arsya Khadafi.

(mei/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads