Tak ingin memendam ilmu yang diperolehnya itu seorang diri, Raeni pun mengajar sambil menunggu konfirmasi beasiswa. Salah satu adik kelasnya yang dia ajar ada yang berasal dari Papua, namanya Yusina Ulo.
"Jadi saya punya laptop yang dulu waktu beli itu Bapak saya harus utang ke tetangga. Tapi karena sekarang saya dapat laptop juga dari beasiswa, maka laptop yang lama saya pinjamkan ke adik kelas saya asal Papua itu. Daripada tidak terpakai," ujar Raeni saat berbagi kisah inspiratif dengan detikcom, Kamis (9/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Banyak sekali hal yang belum diketahui oleh Yusina, tetapi Raeni tetap semangat mengajarinya hingga mengerti. Terkadang hal-hal yang tak diketahui Yusina merupakan sesuatu yang kecil.
"Sewaktu pertama saya pinjamkan laptop itu dia sampai bertanya, 'Ibu Dosen, tombol backspace fungsinya buat apa?', dia panggil saya 'Ibu Dosen'. Tetapi dia anak yang penuh semangat untuk belajar," kata Raeni.
Raeni pun menceritakan kepada Yusina agar terus bersemangat sehingga bisa menjadi mahasiswi terbaik. Memang tak semua orang dari daerah asal Yusina seperti itu. Raeni berpikir bahwa Yusina adalah salah satu delegasi dari daerahnya yang nantinya akan membangun kampung halamannya setelah lulus sarjana.
"Awalnya saya juga ajarkan cara menulis huruf latin karena tulisannya acak-acakan. Kalau di akuntansi, ada statistika yang tulisannya harus tertata rapi agar mudah menghitungnya. Kemudian saya ajarkan juga untuk membuat powerpoint untuk presentasi, walau pun mengetiknya masih belum lancar," kata Raeni.
Sesekali Raeni tersenyum saat bercerita tentang Yusina. Dia sudah menganggap Yusina sebagai adik sendiri.
Tak terasa kini Raeni harus berangkat ke Inggris untuk melanjutkan studi ke Magister of Science in International Accounting and Finance di Birmingham University. Raeni berharap saat dia lulus S2, Yusina juga lulus sarjana dengan juga disebut lulusan terbaik.
"Walau pun di awal kuliah nilainya masih belum terlihat baik," imbuh Raeni.
Berita menggugah dengan tema muda dan menginspirasi sengaja disajikan untuk membangkitkan semangat generasi muda untuk semakin kreatif dan inovatif dalam berbagai hal. Jika ada figur di sekeliling anda yang menginspirasi, anda bisa memberikan informasi kepada kami melalui email inspirasimu@detik.com. Ayo berkreasi untuk negeri, detik ini juga! (bag/tor)











































