Jalan yang ditempuh Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, untuk menertibkan PKL Cicadas cukup terjal. Para pedagang bersikukuh tak mau pindah, sementara Emil tidak mau melarang begitu saja berjualan tanpa ada solusi.
"Bukan saya tidak berani, tapi menertibkan PKL Cicadas itu tidak mudah. Karena PKL Cicadas itu yang jualannya warga di situ. Kalau dipindahkan kejauhan juga mereka akan kesulitan," ucap Emil saat berbincang dengan detikcom pekan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di Cicadas lokasi sudah ada, punya pihak ketiga, sedang proses IMB," kata Emil.
Rencananya di lokasi eks Matahari Cicadas itu akan dibangun Apartemen Rakyat yang di dalamnya ada lantai komersial.
"Nanti di sana ada lantai komersial yang bisa digunakan untuk menarik PKL Cicadas," ucap Emil.
Namun rencana Emil ini masih ditentang para pedagang. "Katanya yang di situ (eks Matahari) itu perjanjiaan kontraknya cuma satu tahun. Kalau sudah satu tahun nanti kami ke mana? Kalu hanya sementara kami tidak mau," ungkap Koordinator PKL Cicadas Suherman.
Mewakili aspirasi rekan-rekannya, Suherman mengatakan para PKL Cicadas sebetulnya menginginkan relokasi ke eks Bioskop Gerimis Bubar di Cicadas yang kini dipakai tempat futsal.
"Kalau yang bekas Misbar ini PKL pada setujun tapi kalau yang di eks matahari haampir 70 persen menolak," tandasnya.
Suherman menolak disebut tidak mendukung kebijakan wali kota. "Sebetulnya kmi mau diajak bebenah. Kami hanya ingin kepastian lokasi saja. Kami tidak mau hanya dialihkan kalau cuma sementara," tandasnya.
Emil selalu menargetkan dalam 5 tahun kepemimpinannya PKL Cicadas akan berhasil ditertibkan. Berhasil atau tidaknya? Kita lihat saja nanti!
(avi/ern)











































