Raeni dan Kisah Laptop Utangan yang Tak Akan Dibawa ke Inggris

Muda dan Menginspirasi

Raeni dan Kisah Laptop Utangan yang Tak Akan Dibawa ke Inggris

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Jumat, 10 Jul 2015 13:13 WIB
Raeni dan Kisah Laptop Utangan yang Tak Akan Dibawa ke Inggris
Foto: Humas Unnes
Jakarta - Sebentar lagi mimpi Raeni (22) akan benar-benar terwujud ketika kakinya menginjak kampus Birmingham University, Inggris. Sebelum berangkat pada hari ini, Raeni kembali teringat akan laptop yang menemaninya semasa kuliah di Unnes.

Laptop tersebut dia dapatkan setelah ayahnya mengajukan utang. Sebuah tanda cinta dari sang ayah yang kini menjadi pengayuh becak untuk Raeni agar semangat belajar.

"Laptop itu ceritanya waktu pertama masuk kuliah, Bapak janji kalau saya dapat beasiswa akan dibelikan. Tetapi saat saya dapat beasiswa, waktu itu Bapak belum punya uang untuk beli laptop. Sampai awal saya masuk kuliah," tutur Raeni saat menceritakan pengalaman inspiratif dengan detikcom, Kamis (9/7/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ayahnya yang bernama Mugiyono itu tak ingin anaknya kecewa. Mugiyono tahu bahwa tak banyak anak dari keluarga dengan tingkat ekonomi seperti dirinya memiliki semangat yang tinggi untuk belajar.

Mugiyono pun tak bisa menutupi kebanggaannya saat Raeni diterima di Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Unnes. Akhirnya Mugiyono pun meminjam uang ke tetangga jauhnya yang kebetulan lebih beruntung secara ekonomi.

"Bapak ngutang buat beliin saya laptop. Lalu untuk lunasi utang, Bapak berhenti dari bekerja di perusahaan kayu. Pesangon dari berhenti itu dipakai bayar laptop dan modal untuk narik becak," kata Raeni.

Kenangan itu terjadi pada tahun 2010, tahun awal Raeni menjadi mahasiswa. Sejak saat itu Raeni terpacu untuk terus belajar demi membuat ayahnya tersenyum bangga. Laptop tersebut benar-benar dimanfaatkan oleh Raeni untuk menuntut ilmu.

"Alhamdulillah laptop itu masih ada sampai saat ini. Sekarang saya juga dihadiahi laptop dari beasiswa, makanya laptop yang dulu itu saya pinjamkan ke adik kelas saya yang berasal dari Papua," kata Raeni.

Agaknya Raeni ingin menularkan semangat belajar ke adik kelasnya yang bernama Yusina Ulo. Dia juga bercerita tentang bagaimana Yusina betul-betul seorang mahasiswi penuh semangat yang semakin memacu Raeni untuk menuntut ilmu lebih tinggi lagi. Seperti apa semangat belajar Yusina? Ikuti cerita inspiratif Raeni selanjutnya!

Berita menggugah dengan tema muda dan menginspirasi sengaja disajikan untuk membangkitkan semangat generasi muda untuk semakin kreatif dan inovatif dalam berbagai hal. Jika ada figur di sekeliling anda yang menginspirasi, anda bisa memberikan informasi kepada kami melalui email inspirasimu@detik.com. Ayo berkreasi untuk negeri, detik ini juga! (bag/tor)


Berita Terkait