Salah satu modus para calo ini dengan memalsukan identitas dan kemudian setelah mendapatkan tiket, menjualnya kepada pemudik yang membutuhkan. Misalnya saja untuk mudik di H-5 yang paling banyak diburu, ada calon yang memperoleh tiket puluhan.
“Soal calo ini sudah ditangani kepolisian. Pihak kepolisian yang menangkap,” jelas Senior Manager Corporate Communication Daop 1 PT KAI, Bambang S Prayitno, Jumat (10/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Jadi yang memalsukan identitas, dia pakai KTP siapa dengan nama siapa. Ketika selesai mendapat tiket, dia jual ke konsumen dan dikloning fotonya. Jadi di KTP hanya diganti foto,” urai Bambang. Seorang pelaku bahkan bisa mendapat puluhan tiket.
Sedang calo yang lainnya dengan menunggu di tiket pengembalian. Orang itu membeli dan kemudian menjualnya dengan harga tinggi. Karena itu pihak KAI mengimbau agar pembeli juga tak membeli lewat calo serta mengikuti prosedur baik pembelian dan juga pengembalian.
Bambang juga menegaskan, tidak ada internal dari KAI yang terlibat dalam kasus calo ini.
“Kalau ada yang terlibat akan dipecat,” tutup Bambang. (nal/dra)










































