Agenda pertemuan itu dijadwalkan pukul 10.00 WIB di Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Namun usai pertemuan, perwakilan dari Jepang tak bisa diminta
keterangan.
Namun diketahui, salah satu isu yang dibahas adalah soal pembebasan visa. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (10/7/2015).
Ini artinya, lanjut Fachir, kedua negara akan sama-sama memberikan bebas visa. Tentunya kebijakan ini akan saling menguntungkan.
"Artinya, kita kan sekarang sama-sama memberikan bebas visa, dan itu akan memperbanyak saling kunjung, terutama masyarakat. Itu yang tadi diapresiasi," kata Fachir.
Selain soal visa, lanjut Fachir, utusan PM Jepang itu juga membahasa soal ekonomi. Namun Fachir belum bisa menjelaskannya. (jor/fdn)











































