Dari pantauan detikcom, sejumlah penumpang langsung mendatangi petugas untuk menanyakan penundaan penerbangan. Meski di selebaran tertera jika penerbangan ditunda hingga pukul 12.30 WIB.
"Saya mau ke Papua melalui Juanda, tapi pagi ini juga saya ada acara di Surabaya jadi akibat penundaan ini. Semua agenda acara saya terpaksa dibatalkan," tutur Kristian calon penumpang asal Papua kepada wartawan, Jumat (10/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita berusaha membuka jam 11.00 WIB karena bandara di sini tidak ada abu vulkanik apalagi semburan abu Gunung Raung mengarah ke timur, utara dan selatan. Sementara Jember ada di barat Gunung Raung," kata Kepala UPT Bandara Notohadinegoro, Edi Purnomo.
Jika memang Gunung Raung diguyur hujan abu vulkanik, pihak otoritas bandara telah menyiapkan jalur alternatif yakni jalur militer.
"Ada dua jalur militer yang bisa digunakan jika dalam keadaan darurat. Namun untuk sekarang di Bandara Jember tidak ada hujan abu dari Gunung Raung jadi tetap memakai lalu lintas udara seperti biasa," kata Edi. (fat/rul)











































