Tahun lalu saat diwisuda dia merupakan wisudawati terbaik Universitas Negeri Semarang (Unnes) dengan IPK 3,96. Momen spesial itu pun membuat sang ayah mengantar Raeni dengan becak.
"Saya akan melanjutkan studi di program Magister of Science in International Accounting and Finance di Inggris. Sengaja saya mau ambil jurusan itu karena supaya linear dengan bidang saya. Kalau linear akan lebih mudah untuk menjadi dosen di Indonesia," tutur Raeni saat berbagi kisah inspiratif bersama detikcom, Kamis (9/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alasan saya ingin menjadi dosen adalah karena kalau kita punya banyak ilmu, tidak akan berkah kalau tidak dibagikan. Saya ingin berbagi ilmu supaya berkah. Apalagi kalau mengajarnya di LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan, -red)," kata Raeni.
Raeni berharap dapat segera menyelesaikan kuliah S2-nya sehingga dapat langsung mengajar. Setelah wisuda hingga kini pun dia mengisi kegiatannya dengan mengajar sebagai dosen Tamu Bakti di Unnes.
"Kalau kita mengajarkan ilmu baik yang kita punya pasti dapat berkah, apalagi kalau mengajarnya ke calon-calon guru. Mereka pastinya akan mengajar lagi dan berkahnya akan bertambah," ungkap dia.
Raeni akan terbang ke Inggris pada hari ini dengan diantar ayahnya ke Bandara Ahmad Yani, Semarang. Dia tak bisa menceritakan bagaimana bahagianya kedua orang tuanya, meski ayahnya hanya pengayuh becak namun Raeni bisa menuntut ilmu di salah satu negara maju.
Berita menggugah dengan tema muda dan menginspirasi sengaja disajikan untuk membangkitkan semangat generasi muda untuk semakin kreatif dan inovatif dalam berbagai hal. Jika ada figur di sekeliling anda yang menginspirasi, anda bisa memberikan informasi kepada kami melalui email inspirasimu@detik.com. Ayo berkreasi untuk negeri, detik ini juga! (bag/tor)











































