Rusia Berusaha Kembangkan Perdagangan dan Industri Dalam Negeri

Rusia Berusaha Kembangkan Perdagangan dan Industri Dalam Negeri

Mega Putra Ratya - detikNews
Jumat, 10 Jul 2015 04:35 WIB
Rusia Berusaha Kembangkan Perdagangan dan Industri Dalam Negeri
Interbranch Industrial Forum/Foto: KBRI Moskow
Moskow - Beberapa waktu yang lalu, pihak swasta Rusia telah menyelenggarakan: Interbranch Industrial Forum bertempat di World Trade Center, Moskow. Forum ini mengusung motto "Kebijakan Stabilitasi".

Konsep pelaksanaan forum ini telah memenuhi sasaran yang ditetapkan oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin tanggal 4 Desember 2014 maupun prioritas yang ditetapkan untuk menjamin terlaksananya pembangunan sosial ekonomi yang berkelanjutan dan stabil di tahun 2015.

Dalam sambutan pembukaannya, Direktur Institut Analisis Strategis FBK Igor Nikolaev menyampaikan data statistik terkait beberapa sektor kunci di bidang ekonomi, antara lain adanya penurunan kinerja di semua segmen, kecuali untuk pertanian. Di samping itu, Rusia juga masih harus bertahan dengan adanya perpanjangan sanksi Barat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertumbuhan ekonomi dan GDP positif mutlak diperlukan oleh Rusia. Kondisi tersebut salah satunya hanya dapat dipenuhi dengan melakukan reformasi internal yang efektif. Sehubungan dengan itu, pada bulan Januari 2015, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Rusia telah mulai menciptakan Dana Pembangunan Industri, yang peran utamanya adalah untuk memberikan dukungan pendanaan bagi pengembangan sektor industri.

Selama enam bulan Dana Pembangunan Industri yang telah berhasil dialokasikan mencapai sekitar Rubel 3,7 miliar dan digunakan untuk 12 program. Pinjaman lunak untuk jangka waktu tidak lebih dari 4 tahun dengan bunga sebesar 5% per tahun bisa diberikan kepada perusahaan yang memiliki rencana pembangunan yang jelas sampai tahun 2020, termasuk jaminan pasar yang akan menyerap produk.

Dalam forum tersebut diadakan beberapa sesi pleno, antara lain mengenai program substitusi impor, yang akan melibatkan 19 industri. Dibuka pula sesi matchmaking, sesi konsultasi oleh Kementerian Perindustrian dan Perdagangan serta pameran produk-produk "Made in Russia".  Sasaran utama penyelenggaraan forum tersebut adalah sebagai media bagi Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Rusia untuk mendukung sektor ekonomi riil, membahas berbagai kemungkinan permasahalan yang dapat timbul dengan dilakukannya implementasi berbagai program ekonomi dan bisnis, termasuk perbankan dan kerja sama dengan mitra asing.

Dalam kaitan ini Dubes RI untuk Rusia, Djauhari Oratmangun, telah diundang sebagai salah satu pembicara guna membahas membahas tema "Kerja Sama Internasional dan Aktifitas Ekonomi Luar Negeri Perusahaan-perusahaan Rusia di Era Modern". Duta Besar Djauhari, menyampaikan paparan singkat mengenai potensi ekonomi dan investasi Indonesia maupun kawasan ASEAN, pengembangan kerja sama pebisnis dari kedua negara yang menunjukkan peningkatan, serta sektor-sektor yang terbuka bagi investor Rusia untuk mengembangkan bisnisnya di Indonesia.   

Sebagian besar peserta forum tampak antusias mengikuti sesi mengenai kerja sama internasional dan kegiatan bisnis perusahaan-perusahaan Rusia saat ini yang sangat aktif mencari mitra dari luar negeri. Forum ini dihadiri oleh perwakilan dari instansi pemerintah, delegasi dari beberapa organisasi keuangan, ekonomi dan investasi, serta para manajer industri kecil dan menengah dari Rusia maupun 15 negara lainnya.

Beberapa pembicara yang hadir adalah Wakil Kadin Rusia, Direktur Jenderal National Institute of Competitiveness, Co-Chairman of the Council on National Competitiveness, para ahli dari Bank Dunia, ahli kebijakan industri dari Parlemen Rusia Shestopalov Andrew dan Wakil Menteri Pembangunan Ekonomi. Penyelenggaraan forum ini sepenuhnya didukung oleh Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Rusia. (ega/hat)


Berita Terkait