"Alhamdulillah seneng sekarang udah ada yang ngurus," ujar Asep (33) saat dihubungi detikcom via ponselnya, Kamis (9/7/2015).
Selama merawat, Asep dan teman-temannya merasa kasihan pada Heri yang nasibnya tak jelas. "Kasihan ngeliatnya," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Heri terlunta-lunta selama 10 hari. Ia ditemukan sopir angkot, Anton (50), saat akan menyeberang jalan. Karena tak diketahui keberadaan keluarganya, pria yang di KTP tertulis berasal dari Ciracas, Jakarta Timur itu dirawat sopir angkot.
Rabu (8/7) malam, Heri akhirnya diangkut pegawai Dinas Sosial ke rumah singgah. Kesehatan kakek yang berjalan dengan alat bantu tongkat itu diperiksa. Ada rencana, ia dibawa ke RS karena mengalami dehidrasi dan darah tinggi. (tya/try)











































