Jenderal Moledoko beserta istri tiba di tempat acara pada pukul 17.05 WIB, Kamis (9/7/2015). Acara buka puasa bersama ini bertemakan 'Melalui hikmah Ramadan 1436 H/2015 M kita mantapkan solidaritas dan kepedulian sesama serta komunikasi sosial TNI dengan toga, tomas, toda, anak yatim piatu dan kaum dhuafa sewilayah Jabodetabek guna memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa'.
Acara diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Quran serta terjemahannya. Dalam sambutannya, Jenderal Moledoko bercerita mengenai masa kecilnya yang sulit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia berpesan bahwa walau menjadi anak yatim piatu, namun mimpi dan cita-cita tetap harus bisa diwujudkan. Maka dari itu pendidikan tetap nomor satu.
"Saya ingin berpesan, kalian para yatim piatu jangan berkecil hati. Kalian bisa jadi apapun yang penting kalian punya mimpi yang indah, yang baik," ucapnya.
"Yakinlah kalian bisa mencapai itu. Tentunya mimpi itu harus diusahakan dengan baik. Hanya dengan pendidikan mimpi itu bisa diwujudkan," lanjutnya.
"Nasib kalian mungkin boleh jadi yatim piatu tapi ke depan kalian harus jadi orang besar di negeri ini. Tatap masa depan dengan penuh keyakinan," tuturnya.
(faj/dra)










































