Informasi ini didapat dari laporan intelijen Australia yang bocor secara online dan dikutip media Australia, Sydney Morning Herald, Kamis (9/7//2015). Pihak TNI AL pun membenarkan bahwa pria yang telah mengganti namanya menjadi Abu Alfatih itu adalah bekas perwira penerbang di angkatannya.
"Jadi benar, pernah bergabung bersama kami tapi dia sudah pensiun tahun 2010," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AL Kolonel Laut (P) M Zainudin saat dikonfirmasi, Kamis (8/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tomi pun resmi menjadi personel TNI AL dengan pangkat Letda (letnan dua) pada 20 Oktober 2002. Pria asal Sidoarjo itu terakhir berdinas di Skuadron (Ron) 200 Wing Udara 1 Surabaya dengan pangkat Kapten dan akhirnya memutuskan pensiun pada 10 November 2010.
"Setelah pensiun dia bertugas di maskapai Premiair," kata Zainudin.
Hingga saat ini masih belum diketahui kebenarannya apakah Tomi benar-benar menjadi simpatisan ISIS. Jikalau benar, menurut Zainudin hal tersebut bukan lagi tanggung jawab jajarannya. TNI AL pun tidak lagi bisa menindak karena status Tomi yang sudah menjadi sipil.
"Begitu sudah pensiun sudah bukan tanggung jawab TNI AL. Kalau sudah lepas ya sudah, tidak akan ada tindakan dari kami karena bukan warga TNI AL lagi. Kalau sudah menyatakan keluar dan ingin melanjutkan ke penerbangan sipil, itu bukan tanggung jawab kami lagi," tutur Zainudin.
Sebelumnya detikcom juga mendapat klarifikasi dari seseorang yang mengirimkan pernyataan Abu Alfatih Hendratno. Dalam pernyataan itu, Abu Alfatih menyebut dirinya masih sebagai WNI namun sayang tidak menyebutkan di mana lokasinya berada.
Berikut pernyataan yang ditujukan Abu Alfatih ke redaksi detikcom:
Setelah membaca artikel Anda tentang pilot Indonesia terkait ISIS saya akan mencoba jawab tuduhan tersebut bahwa:
1. Saya tidak ada kaitan dengan kelompok ISIS seperti mereka duga, itupun Anda muat sebelum ada klarifikasi
2. Saya sebagai WNI yang berusaha menaati aturan dan kewajiban muamalah saya sebaik mungkin dalam hidup di negeri ini
3. Apakah dengan hanya memberikan like pada status seseorang menjadikan kita serupa dengan mereka?
4. Tidak ada baiat antara saya dengan ISIS sampai saat ini
5. Bukan karena dampak dari berita itu saja tapi tidak dilalui klarifikasi pada yang bersangkutan adalah hal yang menurut saya perlu diluruskan.
Demikian klarifikasi saya semoga kita semua bisa belajar menjadi lebih profesional dan lebih teliti dalam menjalani hidup ini. (elz/mad)










































