Sekitar pukul 10.30 WIB, Selasa (9/7/2015) pagi tadi, PTUN Medan heboh. Sebabnya ada seorang pria yang berteriak-teriak di halaman pengadilan.
"Dia sedang akan keluar dari pengadilan. Baru sampai halaman dia dicegat oleh tiga orang dari KPK," kata Hendri Manal, seorang advokat yang tengah berada di halaman PTUN.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mana tanda pengenal Anda? buktikan kalau dari KPK," kata Hendri menirukan si pengacara.
Kehebohan itu juga membuat warga yang sedang berada di halaman PTUN mendekat. Seorang polisi yang berjaga di PTUN, kata Hendri, juga ikut menanyakan bukti identitas penyidik KPK tersebut.
"Kemudian mereka menunjukkan surat tugas, dan memang benar dari KPK. Petugas polisinya juga yakin," ujar Hendri.
Namun keabsahan bukti identitas yang dimiliki penyidik tidak serta merta membuat si pengacara kooperatif. Dia masih terus mempertanyakan mengapa dirinya hendak dibawa KPK.
"Jelaskan terkait perkara apa saya dibawa. Jelaskan di sini," ujar Hendri menirukan si pengacara.
Namun penyidik KPK tidak menanggapi dan berjanji akan menjelaskan duduk perkaranya di tempat lain. Sempat terjadi tarik menarik di depan pintu mobil Innova yang sudah terbuka. Mobil itu lah yang dibawa penyidik KPK untuk menjemput si pengacara.
"Setelah 20 menit-an akhirnya dibawa juga," ujar Hendri.
Sebelum mobil Innova itu berlalu, Hendri yang sering beracara di PTUN Medan ini sempat melihat sosok Ketua PTUN Tripeni Irianto Putro di kursi belakang mobil itu. Sesuai penjelasan humas PTUN Medan, Tripeni memang menjadi salah satu pihak yang ditangkap KPK.
"Saya yakin itu si Ketua PN," ujar Hendri.
(faj/faj)
