"Luas kebakaran di Tesso Nilo diperkirakan mencapai 200 sampai 300 hektare hanya dalam waktu bulan Juni hingga awal Juli ini," kata Humas Balai Taman Nasional Tesso Nilo, P. Didin, kepada wartawan, Kamis (9/7/2015).
Didin menjelaskan, kawasan yang merupakan perambahan liar. Sebelum dibakar, kawasan terlebih dahulu dibersihkan. Selanjutnya lahan yang sudah ditebangi semak belukarnya di saat musim kemarau sengaja dibakar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melihat kondisi kawasan yang terbakar di TNTN, PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) menerjunkan satu helikopter jenis Eurocopter AS350B3e dikerahkan untuk melakukan water bombing.
“Titik api ini kita temukan pada saat melakukan patroli di sekitar area konsesi RAPP yang berbatasan dengan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Kemudian langsung kita laporkan ke petugas TNTN dan juga ke pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam,” kata tim Fire Fighter RAPP, Almei Hendra kepada wartawan.
Selain menerjunkan satu unit heli, Almei mengatakan sebanyak 20 orang Tim Fire Fighter pun turut memadamkan api dari wilayah darat selama kurang lebih 9 jam di lapangan.
“Saat ini kami terus berkoordinasi dengan pihak TNTN dan BKSDA untuk memantau perkembangan titik api baik di TNTN maupun di wilayah Ukui lainnya,” tutupnya. (cha/rul)











































