"Kita akan tertibkan keberadaan terminal bayangan tersebut karena semua bus harus masuk terminal. Dan sesuai dengan instruksi Gubernur semua pemudik harus melakukan pemberangkatan melalui terminal yang disediakan," terang Andriyansyah kepada wartawan, Kamis (9/7/2015).
Andriyansah menuturkan, banyaknya terminal bus bayangan di Jakarta dikarenakan banyaknya bus gelap yang beroperasi. Bus gelap ini tidak bisa masuk terminal resmi karena tidak melakukan uji kelayakan kendaraan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk pelayanan di dalam Terminal, pihaknya telah menyediakan beberapa posko seperti posko kesehatan, posko istirahat dan posko uji kelayakan supir. "Kita juga telah menyiagakan 33 petugas di terminal utama yang dibagi tiga shift," tutupnya. (spt/dra)











































