Data ini muncul dari hasil survei sepekan terakhir oleh Tim Reaksi Cepat (TRC), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY. Survei itu berlangsung di lima kabupaten dan kota.
"Kabupaten Gunungkidul merupakan daerah dengan ancaman kekeringan terbanyak," ungkap Komandan TRC BPBD DIY, Pristiawan Buntoro di kantor Jl Kenari, Yogyakarta, Kamis (9/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Gunungkidul, Kabupaten Kulonprogo juga termasuk wilayah yang rawan krisis air bersih. Sedangkan kabupaten lainnya adalah Sleman dan Bantul. Untuk Bantul di antaranya di wilayah Kecamatan Dlingo dan Imogiri.
"Untuk Sleman yang rawan krisis air bersih di Kecamatan Prambanan seperti di beberapa dusun di Desa Gayamharjo, Bokoharjo. Kemudian di lereng Merapi seperti di Kecamatan Cangkringan," kata Pristiawan didampingi Kepala BPBD DIY, Gatot Saptadi.
Untuk mengatasi masalah tersebut, tim TRC DIY terus melakukan assesment dan pendataan. Jumlah dusun yang terancam mengalami krisis air bersih ini dipastikan akan bertambah bila prediksi BMKG, bahwa Indonesia dan khususnya Jawa bagian selatan akan mengalami kemarau panjang tersebut terbukti benar.
"Saat ini kita juga mendirikan Posko Siaga Kekeringan untuk mendapatkan data valid mengenai wilayah yang terancam mengalami krisis air bersih. Posko ini juga bisa menjadi rujukan berbagai lembaga terkait dengan penanganan krisis air bersih selama musim kemarau 2015 ini," katanya. (bgs/rul)











































