"Oh itu saya sudah lihat kok, sebetulnya kejadiannya bukan seperti itu. Di fly over Kuningan itu, terjadi tiga hal bersama-sama," kata Dirut PT TransJakarta Antonius Kosasih.
Kosasih menyampaikan itu usai acara Ngobrol Bareng "Save TransJakarta Busway yang diprakarsai oleh Institut Studi TransJakarta Busway" yang digelar di Hotel Sriwiyaja Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (9/7/2015). Hadir juga dalam kesempatan itu beberapa perwakilan pengguna dan operator armada TransJakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu nggak ngisi BBG saja ketahan, karena kalau lewat situ udah hampir nggak bisa lewat lah. Jangan kan bis, mobil kecil atau motor pun nggak bisa. Yang ketiga, kombinasi kedua hal itu membuat penumpang yang terangkut itu nggak bisa terangkut dengan optimal," ujarnya.
"Misalnya begini, bus kita masuk nih, terus ngangkut, tapi penumpang yang ada di halte lebih banyak daripada yang terangkut," sambungnya.
Berdasarkan kejadian kemarin dan kejadian di bulan puasa itu, lanjut Kosasih, pihaknya akan melakukan pengaturan beberapa hal agar tidak terjadi penumpukan penumpang yang menunggu lama.
"Satu, kita mengatur mulai hari ini, pengisian bahan bakar untuk koridor 6 itu tidak dilakukan di Mampang tapi di Pemuda, berarti dia dari Dukuh Atas ngisi dulu baru dia balik kesitu," paparnya.
Sedangkan yang kedua, Kosasih menyebut akan menambah armada bus yang akan masuk ke Kuningan Timur.
"Yang jarang bisnya itu cuma yang ke arah Ragunan, kalau dari Ragunan ke Dukuh Atas banyak. Karena arusnya arus balik semua kan, dan itu tertahan. Kita akan buat flip manajemen yang baru bagaimana sore itu ada penambahan bus," ucapnya.
"Jadi apakah ngisi BBG berbarengan, nggak juga, pasti ada satu dua yang ngisi, tapi pada kenyataannya memang disitu macet sekali, jadi bus kita yang bisa ngangkut jadi berkurang, itu kita mau bikin metode yang baru, ada bus yang stand by di sekitar situ, pada waktu penuh, busnya langsung datang," pungkasnya.
Seperti yang terjadi di Halte Kuningan Timur, Rabu (8/7/2015) pukul 20.40 WIB kemarin, sejumlah penumpang terlihat kesal dan kecewa lantaran mereka harus terus menunggu.
"Pak, jangan begitu dong. Kita nunggu bus di sini sudah dari sekitar 2 jam loh. Kenapa sih kebanyakan bus alasannya mau isi bensin di jam segini?" protes salah seorang calon penumpang kepada petugas jaga bus saat menurunkan penumpang.
"Kami mohon maaf," jawab yang terucap dari petugas.
Rupanya sejumlah penumpang kesal lantaran tidak jarang bus TransJ tujuan Ragunan hanya melayani hingga tujuan Halte Kuningan Timur. Sebagian besar alasan yang disampaikan kerena bus harus mengisi bahan bakar BBG di SPBU yang terletak di kawasan Tendean menuju Mampang Prapatan.
(idh/dra)










































