"Ke depannya kami juga sedang menginvestasikan ada semacam kereta tipe retro. Jadi tipe kuno seperti zaman dulu yang dipakai Pak Karno. Kita akan buat sehingga bisa digandeng dengan kereta Argo dan bisa dipakai ke berbagai tujuan," kata Direktur Utama PT Kereta Api Pariwisata Adi Suryatmini kepada detikcom di Stasiun Jakarta Kota, Kamis (9/7/2015).
Adi mengatakan kelebihan menggunakan kereta wisata adalah dari segi pelayanan dan kenyamanan penumpang. Penyewa kereta ini akan dilayani khusus dengan pramugari dan pramugara di kereta. Bahkan ada chef khusus untuk penyewa kereta ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kereta wisata juga kerap digunakan untuk rapat atau meeting karena memang terdapat ruangan yang cukup luas. Selesai meeting biasanya penyewa kereta ini berkaraoke atau istirahat.
"Ke depan kami akan buat rangkaian khusus untuk kereta wisata dengan rute tertentu. Kami akan coba seperti itu. Nanti jadwalnya kami yang tentuin. Mungkin jalannya seminggu sekali atau juga kapan jalannya bisa. Sekarang sih keretanya belum jadi. Yang tipe Priority masih dikerjakan di Balai Yasa. Ada 2 lagi," katanya.
Adi mengatakan pertumbuhan penumpang KA wisata cukup pesat. Volume perjalanan pada 2013 hanya 320 kali, kemudian pada 2014 naik menjadi sekitar 450 kali.
"Nah tahun ini targetnya dapat 600 perjalanan. Sekarang, 6 bulan ini sudah 300 perjalanan. Tapi ke depan KA Priority-nya akan kita tambahkan seatnya dari 28 menjadi 30 seat. Jadi banyak request juga. Kita kan juga mendengar apa maunya customer," katanya. (nal/nrl)











































