Kementerian Luar Negeri Indonesia melalui Juru Bicaranya Arrmanatha Nasir mengatakan, belum ada data fix berapa WNI yang sudah pulang ke tanah air. Hal tersebut disampaikan Tata di Gedung Kemlu, Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Kamis (9/7/1014).
"Mereka (WNI di Yunani) rata-rata bekerja di sektor informal, mereka mayoritas kehilangan mata pencaharian. Sebagian sudah pulang," ujar Tata.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yunani telah mendapatkan suntikan dari Eropa dan IMF hingga 200 miliar euro, atau Rp 2.800 triliun dalam 5 tahun terakhir. Negara para dewa tersebut juga dinyatakan gagal membayar utangnya kepada IMF pada 30 Juni 2015 lalu.
Yunani membutuhkan suntikan dana baru untuk mencegah ekonominya hancur lebih parah. "Bank diliburkan hingga 13 Juli 2015," demikian pernyataan Kementerian Keuangan Yunani, dilansir dari BBC, Kamis (9/7). (rna/dra)










































