Ramadan 2015

Tanya Jawab Soal Alquran dan Hikmahnya (1)

Salmah Muslimah - detikNews
Kamis, 09 Jul 2015 11:59 WIB
Foto: Ari Saputra


3. Bagaimana cara merasakan nikmatnya mukjizat Alquran?

Untuk bisa merasakan kemukjizatan Alquran dapat melalui beberapa pendekatan. Mukjizat yang berkenaan dengan redaksi dapat kita pahami melalui pendekatan sastra Arab, analisis terhadap bilangan atau angka. Sedangkan kemukjizatan yang terkait dengan isi, dapat dipahami melalui pendekatan hukum, sains dan teknologi, hal-hal yang gaib, baik gaib pada masa lalu maupun akan datang, seperti janji dan ancaman Tuhan, maupun pendekatan ilmu-ilmu lain. Di sini diperlukan kesiapan orang yang ingin menangkap mukjizat itu. Sebab kalau tidak ada kesiapan/kesediaan untuk menerima, seberapa banyak mukjizat pun tidak akan ia rasakan.

(Ahsin Sakha Muhammad, Dewan Pakar Pusat Studi Alquran)

Foto: Ilustrasi Alquran


4. Bagaimana hukum membaca Alquran tanpa wudu?

Ada pendapat pertama yang dianut oleh Dawud bin Ali. Menurutnya, boleh memegang Mushaf Alquran, walaupun dalam keadaan tidak berwudu, atau sedang dalam keadaan haid dan nifas, baik Muslim, Yahudi maupun Nasrani.

Pendapat kedua —menurut satu riwayat— dianut oleh Imam Abu Hanifah. Pendapat ini membolehkan seorang Muslim yang tidak berwudu untuk memegang Alquran. Pendapat ketiga dianut oleh mayoritas ulama, antara lain Imam Malik dan Syafi'i. Alasan mereka bukan hanya penafsiran ayat di atas, melainkan juga beberapa hadis Nabi SAW.

Di antara ulama penganut pendapat ketiga ini, ada yang membolehkan memegang Alquran tanpa berwudu, selama tidak dipegang secara langsung, misalnya dengan alas atau terbungkus. Mereka juga membenarkan wanita yang sedang haid membaca wirid atau doa yang berupa ayat-ayat Alquran. Oleh karena itu, ketika itu, dia dinilai membaca doa atau wirid, bukan membaca Alquran.

(M Quraish Shihab, Dewan Pakar Pusat Studi Alquran)