Pantauan detikcom di rumah singgah, Kamis (9/7/2015), Heri ditempatkan di sebuah ruangan bersama seorang kakek lainnya yang kondisinya terlihat jauh lebih baik dari Heri. Di ruangan tersebut, Heri tidur di sebuah kasur busa.
Beberapa orang petugas dari Puskesmas Sukajadi, Kementerian Sosial dan relawan terlihat memeriksa kondisi Heri. Sebelumnya, Heri pun disuapi untuk makan, minum dan meminum obat meski perlu perjuangan karena Heri malas-malasan membuka mulutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti akan dimandikan juga oleh relawan," ujar Medi Mahendra, Sekretaris Dinsos Kota Bandung.
Sementara itu, saat diperiksa dokter dari puskesmas, Heri menunjukkan reaksi saat diberikan rangsangan nyeri. "Kakek itu kurang asupan makan sehingga lemas. Tapi saat diberikan rangsangan nyeri, dia punya tenaga sampai bisa pukul saya," ujar Irvandi, dokter dari Puskesmas.
Di rumah singgah tersebut ada 13 orang yang tengah dirawat oleh Dinsos Bandung. Bau kurang sedap menyeruak saat memasuki ruangan tersebut.
Sekadar diketahui, Heri terlunta-lunta selama 10 hari di perempatan Kopo, Bojongloa Kidul, Bandung. Keberaaan keluarganya tak diketahui. Dia dirawat sopir angkot yang mangkal di tempat tersebut. Berdasarkan identitas di dompetnya, pria yang berjalan dengan alat bantu tongkat itu berasal dari Ciracas, Jakarta Timur. (tya/try)











































