Pasar Tumpah di Jawa Tengah akan Diberi Garis Batas dan Rambu-rambu

Pasar Tumpah di Jawa Tengah akan Diberi Garis Batas dan Rambu-rambu

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Kamis, 09 Jul 2015 09:37 WIB
Pasar Tumpah di Jawa Tengah akan Diberi Garis Batas dan Rambu-rambu
Foto: dikhy sasra
Jakarta - Pengendalian pasar tumpah yang banyak muncul di Jawa Tengah menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan untuk kelancaran arus mudik. Pemprov Jateng dibantu instasi terkait melakukan pengendalian dengan memasang garis di pasar tumpah.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan pasar tumpah biasanya melebar tidak terkendali hingga menutup sebgaian besar jalan sehingga kendaraan yang melintas menjadi kesulitan. Oleh sebab itu Dishub Kabupaten/Kota dibantu kepolisian akan memberika garis batas.

"Pasar tumpah diberi batas, jadi tumpahnya (dibatasi)  sampai mana," kata Ganjar, Kamis (9/7/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemacetan di pasar tumpah tidak hanya disebabkan oleh lapak-lapak yang berada di badan jalan, namun juga lalu-lalang orang yang menyebrang. Oleh sebab itu selain garis pembatas juga akan ditentukan titik menyebrang agar tertib.

"Biasanya yang padeat itu menyebrang lalu-lalang tidak ada titiknya. Mau kita buat titik tertentu," tandasnya.

Jumlah personel Dishub dan kepolisian juga diharapkan ditambah di pasar tumpah agar pedagang maupun pengunjung bisa lebih tertib sehingga arus lalu lintas lancar. Rambu-rambu tanda memasuki kawasan pasar tumpah pun diusahakan akan dipasang.

"Saya sudah minta tambah personel dan membuat rambu sementara, titiknya lumayan banyak. Dishub saya minta kerjasama dengan Polres setempat. Rambu-rambu itu jadi pengguna jalan bisa siap kalau ada pasar tumpah," pungkas politisi PDIP itu.

Jawa Tengah memang banyak terdapat pasar tumpah. Dari data Dishubkominfo Jateng, setidaknya ada 25 titik pasar tumpah di Pantura antara lain di Brebes, Tegal, Pekalongan dan Batang. Jumlah itu belum ditambah pasar tumpah yang berada di jalur Tengah dan Selatan.

(alg/faj)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini