KTT yang membahas upaya untuk memajukan pendidikan global ini dibuka oleh PM Norwegia Erna Solberg selaku tuan rumah dan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Ban Ki Moon.
"Skala Indonesia sangat besar, tapi pemerintah berkomitmen untuk memberikan pendidikan berkualitas dan merata kepada seluruh anak di Indonesia," jelas Mendikbud dalam keterangan pers seusai penutupan KTT.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Antara lain dengan cara meningkatkan open source yang dapat diakses oleh siswa di seluruh penjuru Indonesia," imbuh Mendikbud.
Mendikbud juga menegaskan bahwa investasi pendidikan bagi orang tua adalah hal sangat penting.
"Karena proses pendidikan berawal dari rumah, oleh karena itu diperlukan adanya akses parenting tool yang terbuka bagi para orang tua," tegas Mendikbud.
Mendikbud kemudian mengajak para pemimpin dunia untuk tidak menjadikan forum ini hanya sebagai suatu kampanye pendidikan saja, melainkan juga menjadi suatu gerakan nyata dalam mengatasi permasalahan di dunia pendidikan.
Di antara para pemimpin dunia yang hadir antara lain dari badan PBB seperti UNESCO, UNHCR, UNICEF, UNFPA dan ILO, Presiden Rwanda Paul Kagame, PM Pakistan Muhammed Nawaz Sharif, PM Haiti Evans Paul dan PM Niger Brigi Rafini, serta para Menlu dan Menteri Pendidikan.
Juga hadir mantan Perdana Menteri Australia Julia Gilard, selaku board chair dari Global Fund for Education.
Bilateral
Sebelumnya, Mendikbud sempat berbicara dengan PM Norwegia Erna Solberg dan mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Norwegia, BΓΈrge Brende untuk membahas mengenai peluang kerjasama pendidikan RI-Norwegia.
Selama rangkaian kegiatan ini Mendikbud didampingi oleh Duta Besar RI untuk Norwegia Yuwono A. Putranto.
KTT Pendidikan di Oslo merupakan inisiatif pemerintah Norwegia dan diselenggarakan untuk pertama kalinya pada tahun 2015 ini bekerjasama dengan Utusan Khusus PBB untuk Pendidikan Global Gordon Brown, yang juga mantan PM Inggris.
KTT bertujuan untuk mobilisasi dan merevitalisasi komitmen dunia internasional terhadap dunia pendidikan, mengingat sebanyak 59 juta anak-anak dan 65 juta pemuda belum mendapatkan hak atas pendidikan dan 250 juta anak-anak usia sekolah belum menguasai keahlian dan pendidikan dasar.
Masa Depan
PM Norwegia Erna Solberg dan Sekjen PBB Ban Ki Moon dalam sambutan pembukaan menyampaikan pesan senada, yang menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi paling penting, investasi untuk masa depan.
Dengan meningkatkan investasi dalam pendidikan, berarti telah memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk memiliki akses terhadap pendidikan berkualitas, membekali anak-anak dengan kemampuan dasar yang akan memberikan mereka peluang untuk memperoleh pekerjaan, terhindar dari kemiskinan dan memiliki hidup yang lebih baik.
PM Norwegia kemudian mengumumkan terciptanya komitmen baru bersama Presiden RI Joko Widodo, Presiden Malawi Peter Mutharika, Presiden Chile Michelle Bachelet Jeria dan Dirjen UNESCO Irina Bokova sebagai co-convenors dalam Commission on Financing of Global Education Opportunities.
Komisi ini bertujuan untuk mendorong dan meningkatkan investasi di sektor pendidikan global yang selama ini dipandang kekurangan dana dan akan diketuai oleh Utusan Khusus PBB untuk Pendidikan Global Gordon Brown.
Pada praktiknya, komisi ini akan mengindentifikasi tantangan pendanaan di sektor pendidikan, menyusun peta jalan untuk meningkatkan investasi di sektor pendidikan global dan memberikan rekomendasi kebijakan kepada para pemangku kepentingan bidang pendidikan dunia.
Sekjen PBB menyampaikan apresiasi tinggi kepada co-convenor dan menyambut baik terbentuknya komisi tersebut. Juga dengan senang hati menunggu laporan dari komisi untuk selanjutnya akan ditindaklanjuti berdasarkan rekomendasi yang disampaikan.
Halaman 2 dari 3











































