Penumpang tujuan akhir halte Ragunan pun menumpuk di halte transit ini hingga pukul 21.00 WIB, Rabu (8/7/2015). Tak ayal, sejumlah penumpang yang mulai kesal pun nekat melompat masuk ke dalam bus yang hendak mengisi BBG.
"Kenapa sih alasannya dari tadi bus mau ngisi BBG semua? Bisa lah jalan sampai Ragunan ini. Lagian ngisi BBG kok barengan jam segini semua sih?" kata salah seorang ibu yang mengaku sudah menunggu bus sekitar 1,5 jam lamanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Begitu ada satu atau dua bus lainnya datang dengan tujuan akhir Halte Ragunan, penumpang pun rebutan naik. "Cukup ya tiga orang saja," kata petugas pintu bus TransJ.
Pembatasan jumlah penumpang itu pun tak ayal dibalas protes para calon penumpang yang sudah mengantre semrawut di bibir pintu kaca halte. "Ya siapa suruh ngisi BBG pas lagi jamnya orang ramai?" balas penumpang lain.
Penumpang yang berhasil naik ke dalam bus yang juga kondisinya penuh orang langsung menarik nafas panjang. Kepadatan orang di dalam bus sebenarnya tidak berbeda jauh dengan di halte.
"Nggak apa-apa deh yang penting naik, daripada nunggu lama nggak jelas di halte gara-gara bus yang lewat pada ngisi BBG semua," kata penumpang itu sambil menyeka peluhnya yang mengalir deras di pelipis wajah.
Sebelumnya, sejumlah penumpang kesal lantaran tidak jarang bus TransJ tujuan Ragunan hanya melayani hingga tujuan Halte Kuningan Timur. Sebagian besar alasan yang disampaikan kerena bus harus mengisi bahan bakar BBG di SPBU yang terletak di kawasan Tendean menuju Mampang Prapatan.
Jarak kedatangan bus yang juga lama kian menambah emosi penumpang. Alhasil tidak sedikit penumpang yang marah-marah di halte ini.
Pantauan di lokasi beberapa bus dari arah Dukuh Atas menuju Ragunan memang menjadikan Halte Kuningan Timur sebagai pemberhentian terakhir. Sementara bus dari arah sebaliknya, terus menerus berdatangan dengan kondisi kosong. Tentu saja ini berbanding terbalik dengan kepadatan penumpang yang menunggu bus menuju Ragunan. (aws/imk)











































