Kapolda Bali: Goresan Misterius Tidak Dibuat Manusia
Selasa, 22 Feb 2005 12:37 WIB
Denpasar -
Kapolda Bali Irjen Pol Made Mangku Pastika menduga goresan misterius yang menggegerkan Pulau Dewata tidak dibuat oleh manusia. Kejadian itu merupakan keajaiban Tuhan. "Kesimpulan sementara ini bukan (dilakukan) manusia dan bukan skala (dunia nyata) tapi aspek niskala (dunia maya) yang menampakkan diri dari aspek skala," ujarnya dalam konpers di Mapolda, Jl. WR Supratman, Denpasar, Selasa (22/2/2005). Keyakinan Pastika didasarkan pada rentetan peristiwa dan fakta tentang goresan misterius itu. Ia mencontohkan kejadian yang berlangsung serempak serta dalam waktu singkat di sejumlah tempat di Bali serta menjangkau daerah-daerah sulit. Ia semakin yakin ketika dirinya melihat goresan misterius dari kapur sirih itu di plangsiran (pemujaan) di kamar pribadinya, kemarin. Ia juga melihat goresan misterius di plinggih (pura) di halaman rumah dinasnya. "Saya lihat bukan manusia. Bagaimana bisa masuk ke kamar saya dan ke rumah saya," tanyanya.Dikatakan Pastika, kejadian itu tidak dapat dipecahkan dengan logika atau nalar. Ia menilai tidak logis goresan misterius itu berada di seluruh Bali bahkan di tempat tersembunyi dalam waktu singkat. Goresan misterius itu juga ditemukan di plinggih yang berada di rumah putra Pastika. Selain itu, goresan misterius juga terdapat di jendela rumah di lantai 2. Hingga kini, sekitar 60 persen plinggih di wilayah Bali terdapat goresan misterius. Pastika menyarankan, masyarakat Bali untuk mensyukuri kejadian itu. Ia juga menyatakan tanda itu sebagai peringatan Tuhan agar manusia lebih mendekatkan diri kepadaNya. "Kita syukuri di Bali kita bisa menyaksikan ini dimana orang lain tidak bisa menyaksikannya ini keajaiban, believe it or not, I believe it," paparnya.Tes LabforMeski menduga goresan itu merupakan keajaiban Tuhan, Polda Bali tetap melakukan tes labfor. Tujuannya untuk mengetahui zat yang terkandung dalam goresan tersebut. Dari hasil intelijen, tidak dimukan sidik jari dalam goresan itu."Walaupun begitu, kita mencoba mengungkap dengan nalar. Jangan sampai ada pikiran bahwa polisi Bali tidak menggunakan nalar," ungkap Pastika.
(rif/)










































