"Yang aneh dia tidak membenci ibunya dan sangat sayang ibunya hanya saja dia ngerasa ibunya berlebihan. Hal-hal kecil jadi besar," ujar psikolog dari RSPA Kemensos yang menangani GT, Euis Heni Mulyani di kompleks rumah LSR di bilangan Cipulir, Jaksel, Rabu (8/7/2015).
Dari sesi wawancara dan tes yang dilakukan, GT diketahui justru sangat membenci ayahnya. Ibu dan ayah GT dikabarkan telah bercerai dan sang ayah tidak jelas berada di mana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu tes yang dilakukan pihak RSPA Kemensos adalah maping history. Pekerja sosial meminta GT untuk menuliskan hal-hal yang ia suka dan yang tidak ia suka.
"History maping hasilnya masih ada ikatan sayang ke ibunya. Dia bilang mama perhatian, tapi terus turun lagi 'mama marah-marah', dia juga tulis 'mama lagi tidur'. Ibunya memang sering tidur di siang hari," terang Kepala RSPA Kemensos tempat GT diamankan, Neneng Handayani di lokasi yang sama.
Neneng pun menunjukkan kertas maping history GT. Pada kertas itu terdapat tulisan GT yang menerangkan sejumlah hal. Seperti: mama perhatian, mama marah-marah, mama baik, mama merintah-merintah, mama lagi bangun, kakak ngasih jajan, kakak lagi sewot, ade nurut, ade nakal, skippy (anjingnya) nggak nyuci ayam.
Kemudian di bagian bawah GT juga menuliskan: aku lagi ulang tahun, marahan sama teman, mama ngasih hadiah, kakak bilang 'Tai lo!', kakak ngasih dulu jajan, kucing berak sembarangan, kakak sedang tidak datang bulan, acil (anjingnya) pipis sembarangan, dan acil gonggong-gonggong. Sang kakak diketahui dipercaya ibunya untuk memegang uang jajan untuk GT.
Hasil mapping history GT |
"Hasil tes ini menunjukkan GT masih sayang dengan mamamnya. Melalui mapping history ini kami ingin melihat bagaimana yang dirasa anak," ucap Neneng.
Dalam kesempatan ini hadir pula tetangga LSR, AT yang mengungkap kasus penganiayaan tersebut. Menurut AT, sebenarnya ada banyak tetangga yang mengetahui mengenai kelakuan kasar LSR namun takut menjadi saksi. LSR, kata AT, memiliki bekingan preman dan aparat.
"Kalau tanya ke semua tetangga pasti tahu. Tapi pada ketakutan. Ini ada 2 lagi yang mau ngomong tapi juga takut. Saya sebenarnya juga ketakutan," tutur AT pada kesempatan itu.
Sama dengan AT, 2 saksi baru yang ikut bersuara kali ini, ibu K dan ibu U, terlihat takut dan tak bersedia identitasnya disebutkan. Mereka juga menutup wajah dengan kain, dan sesekali tampak gemetar serta terbata-bata ketika berbicara.
"GT pernah minta dianter ke panti asuhan sama saya, dia ada uang 30 ribu minta dianter ke rumah neneknya tapi saya bilang nggak cukup uang ini. Dia takut banget, nggak mau ketemu mamanya. Dia bilang saya nggak mau pulang tante," cerita K di lokasi yang sama.
"Saya pernah lihat mamanya bilang 'siapa yang nampung anak ini akan dilaporkan ke polisi dengan pasal penculikan. Dia ngomong gitu sambil marah-marah dan mukulin anak itu. Kita yang lihat ramai-ramai langsung pergi, nggak mau lihat," sambungnya.
Kepada ibu U, GT juga pernah meminta tolong supaya dibantu pergi dari rumahnya. Hanya saja U tidak berani dan berusaha menenangkan GT.
"Saya coba tenangkan, saya bilang jangan ya nak, kuatkan hati kamu. Tapi terus dia malah bilang 'hati saya kuat, badan saya yang kuat'. Udah 2 kali ke tempat saya," tutup U. (ear/imk)












































Hasil mapping history GT