Yang Mau SOTR Sekedar Konvoi dan Jalan-jalan, Sudahlah!

Yang Mau SOTR Sekedar Konvoi dan Jalan-jalan, Sudahlah!

Nala Edwin - detikNews
Rabu, 08 Jul 2015 19:03 WIB
Jakarta - Sahur on the road sudah disalahgunakan saat ini. Niat awal berbagi ke sesama, tetapi sekarang malah remaja tanggung bergaya konvoi dengan motor dan mobil.

Bukan makanan yang dibagi ke yang membutuhkan, malahan suara deruman mesin kendaraan dan kemacetan. Tak heran bila Mensos Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian, dan MUI menyesalkan aksi SOTR yang telah menyimpang.

Nah, ada cerita soal pengalaman konvoi SOTR yang tak ramah ini seperti disampaikan Rangga dalam surat elektronik ke redaksi@detik.com, Rabu (8/7/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Ketika gua baru keluar dari parkiran di daerah tomang. Tiba tiba ada konvoi SOTR yang berhentiin gua buat ngasih kesempatan jalan. Tiba tiba perserta SOTR itu, nyamperin mobil gua, dan tiba tiba salah satu dari orang tersebut mecahin lampu kaca mobil gua,” jelas Rangga.

Jadi, konvoi SOTR ini tak mau jalannya diganggu dengan mobil Rangga yang hendak keluar dari parkiran sebuah gedung.

“Ada pertikaian antara gua dan pelakunya tersebut, tetapi ada Ormas di daerah Tomang yang bubarin tanpa mikir gimana tanggung jawabnya pelaku yang sudah mecahin lampu mobil gua. Tapi kasus ini udah gua laporin ke polisi,” jelas Rangga.

Sementara menurut pembaca lainnya Jaja Subagja, tradisi SOTR/Sahur On The Road yang pada awalnya dulu di Jakarta di mulai sekitar tahun 2003 tepat sasaran. Tapi pada perkembangannya kini sangat melenceng dari sikap mulia.

“SOTR saat ini lebih banyak mudharatnya dari pada manfaatnya. Jika memang berniat ingin berbagi, kirimkan langsung ke panti asuhan, panti yatim piatu dan lain-lain. Sejatinya dalam Islam, zakat atau sedekah bukannya para aghniya yang datang berkerumun meminta tapi wajibnya para muzaki yang mengirimkan zakat atau sedekah tersebut ke tempat para aghniya,” urai Jaja.

Jaja menguraikan, saat ini kegiatan SOTR meninggalkan banyak sampah dijalanan. Sikap riya yang ditunjukan dijalanan, tidak menghasilkan pahala apapun dari Allah SWT, kecuali pujian dari sesama manusia.

Kemudian seringnya terjadi perkelahian antar sesama peserta SOTR. Setiap malam setidaknya ada 2 tawuran antar sesama peserta SOTR. Rombongan SOTR seringkali menghalangi pengguna jalan lain.

“Sunnah nya malam-malam di bulan Ramadhan adalah melakukan I'tikaf, bukan nongkrong dijalanan. SOTR belakangan ini menjadi TOTR/Tawuran On The Road.
Jadi sebaiknya kegiatan SOTR mulai tahun depan dilarang secara resmi oleh pihak Pemerintah,” tutup dia. (dra/dra)


Berita Terkait