Di dompet yang dibawa Heri di tasnya, terdapat dua foto perempuan. Salah satu foto hitam putih sudah tak lagi jelas. Sementara satu foto terlihat foto perempuan muda. Belum dipastikan apakah itu adalah foto anaknya sewaktu remaja atau siapa.
Kepada salah satu sopir, Anton (50), menuturkan, Heri mengeluh soal dirinya yang ditelantarkan anaknya. Ia pun mengaku ingin mati saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara menurut pengakuan sopir lainnya, Asep (33), Heri tak pernah bercerita soal keluarga. Heri malah mengeluhkan dirinya yang hidup sebatang kara. "Dia bilang, saya sebatang kara. Enggak punya siapa-siapa," katanya.
Asep sempat berujar orangtua seperti Heri seharusnya diurus dan berada di panti jompo. "Dia bilang, dulu juga pernah di panti. Tapi harus ada yang menjamin," katanya.
Melalui media sosial, Wali Kota Ridwan Kamil sudah memerintahkan Satpol PP dan Dinas Sosial agar turun ke lapangan. Namun hingga saat ini, Heri masih tinggal di perempatan tempat mangkal angkot jurusan Soreang-Leuwipanjang. (tya/try)











































