"Menurut GT, kurang lebih sudah 6 tahun dia menerima kekerasan dari ibunya," ujar Kepala RSPA Kemensos tempat GT diamankan, Neneng Handayani.
Hal tersebut diungkap Neneng di rumah salah seorang tetangga LSR di bilangan Cipulir, Jaksel, Rabu (8/7/2015). GT adalah anak kedua dari 3 bersaudara. Kakak perempuannya yang sudah remaja dan adik laki-lakinya yang masih berusia 6 tahun disebut tak mendapat kekerasan yang sama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepada polisi, LSR sempat mengatakan ingin segera bertemu dengan anak keduanya yang kabur sejak 28 Juni lalu itu. Namun menurut Neneng, pihaknya belum bisa mempertemukan LSR karena GT belum mau.
"Belum, dia bilang masih belum mau. Kalau sudah siap nanti akan kami pertemukan. Kami sudah ketemu beberapa kerabatnya dan kami akan rencanakan family assesment. Saat ini di RSPA GT merasa senang sekali, menurutnya dia senang karenga nggak ketemu mama dan bisa bersosialisasi," tutur Neneng.
"Dia emang ceria sehingga traumanya tidak terlalu kelihatan. Tapi dibalik itu ada rasa cemas. Jadi nunggu anaknya mau dulu (ketemu LSR). Sampai dia ngerasa aman dan nyaman," sambungnya.
Sementara itu menurut psikolog yang menangani GT, Euis Heni Mulyani, kepribadian bocah berparas tampan itu cenderung tertutup. Untuk menghindari permasalahan, GT tipe anak yang bersedia mengakui kesalahan meski bukan ia yang melakukannya.
"Kepribadiannya introvert, cenderung menutup diri. Sikapnya kalem, sepertinya baik-baik aja. Dia mengaku jahil, padahal bukan dia yang melakukan. Itu dia lakukan supaya nggak ada kekerasan, biar nggak ada masalah," terang Euis di lokasi yang sama.
Baik kepada Euis maupun pekerja sosial yang mendampinginya, GT menceritakan apa-apa saja kekerasan sang ibu. GT juga menunjukkan bekas luka-lukanya dan kronologis kejadian.
"Banyak kejadian, yang sebenarnya karena masalah kecil. Seperti luka di kakinya karena dilempar mangkok oleh ibunya. Itu karena makanannya nggak habis sampai kering, mamanya emosi dan marah," ucap Euis.
Salah seorang pekerja sosial yang mendampingi GT, Sri Musfiah, sering mendapat curhatan dari bocah malang itu. Salah satunya adalah mengenai kebiasaan LSR yang kerap pergi malam dan minum-minum di rumah.
"Dia kalau di RSPA paling suka membaca. GT cerita mama suka pergi malam, kakak dan adiknya sering diajak pergi juga tapi dia nggak. Memang ada statement ibunya suka minum-minum di rumah, tapi kita kan ranahnya bukan ke sana. Itu berdasarkan apa yang dikatakan GT," tukas Sri yang juga hadir dalam jumpa pers. (ear/dra)











































