Pelepasan pemudik itu dilakukan di halaman Kantor Korlantas Polri, Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (8/7/2015). Secara simbolis ada 5 bus yang dilepas untuk mudik atas fasilitasi perusahaan Jamu Jago.
"Penumpangnya harus ingatkan pengemudi terus, perjalanan cukup jauh. Harapan para penumpang ada pada bapak-bapak semua. Tidak usah buru-buru, keselamatan nomor satu," kata Kakorlantas Irjen Condro Kirono dalam sambutannya kepada pengemudi dan penumpang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Doa saya mudah-mudahan ibu bapak semua beserta keluarga tiba di kampung halaman dalam keadaan selamat, sehat dan nanti sampaikan salam hormat saya kepada keluarga," ujar jenderal bintang dua itu.
"Kami tunggu ke sini, tapi jangan bawa teman-teman ya. Nanti Pak Ahok marah, sudah kebanyakan (orang) di Jakarta," imbuh Condro sedikit berkelakar.
Condro mengatakan, saat mudik kondisi lalu lintas di Jakarta akan sepi. Berdasarkan survei yang didapatinya, 86 persen orang yang biasa berada di Jakarta itu mudik saat lebaran. "Jadi Jakarta ini isinya orang luar Jakarta, paling banyak ke Jawa Tengah," tuturnya.
Sementara itu, Direktur Utama Jamu Jago Ivana Suprana mengatakan, tahun ini perusahaannya menyediakan 75 bus untuk sekitar 34.000 orang mudik gratis. Angka tersebut meningkat setiap tahunnya. Pelepasan oleh Korlantas hanya simbolis berupa 5 bus.
"Sejak tahun 1990 (berangkatkan pemudik). Pada tahun ini kami berterimakasih kepada Polri untuk kerjasama dengan kami untuk mudik bersama ini," ucap Ivana.
Dalam kesempatan itu, Jamu Jago dianugerahi rekor dunia dari Museum Rekor Indonesia sebagai pelopor mudik bersama Jamu gendong sejak tahun 1990. Hadir dalam kesempatan itu Jaya Suprana. (bal/erd)










































