Air Surut, Warga Kampung Pulo Tinggalkan Posko Banjir
Selasa, 22 Feb 2005 11:45 WIB
Jakarta - Seluruh warga Kampung Pulo yang sebelumnya berada di Posko Banjir, Kelurahan Kampung Melayu, hari ini sudah kembali kerumahnya masing-masing setelah air yang merendam rumah mereka menyusut sejak Senin, malam.Menurut keterangan salah seorang warga, Karto Wibowo (36), ketinggian air di sebagian besar wilayah Kampung Pulo mulai menyusut sejak pukul 12.30 WIB, Senin, (21/2/2005), malam, sehingga seluruh warga meninggalkan pengungsian di Posko Banjir, SD Santa Maria, Jatinegara sejak pukul 04.00 WIB dinihari tadi.Namun, pada pukul 08.30 WIB, Selasa, (22/2/2005), ketinggian air di beberapa RT kembali naik. Di RT09, misalnya sebagian wilayah ketinggian air mencapai semata kaki, dan sebagian lagi mencapai lutut. Sementara di RT10-16, ketinggian air antara selutut sampai sepaha."Tetapi bencana banjir kali ini syukurlah tidak ada korban nyawa walaupun kami harus kehilangan beberapa barang-barang seperti TV dan uang," kata Karto.Namun, akibat banjir sebagian besar anak-anak yang tinggal di Kampung Pulo mengalami gatal-gatal, batuk dan diare.Meski air sudah menyusut, salah seorang relawan Satkorlak DKI Asrofi menegaskan, beberapa tim relawan masih akan tetap mengawasi Kampung Pulo."Kita tidak bisa mengatakan di sini sudah sangat aman. Karena itu kita masih memonitor turunnya hujan di Bogor," kata dia.Namun diakui saat ini tim relawan mengalami beberapa kesulitan karena tidak memadainya peralatan untuk membantu bencana banjir, seperti alat komunikasi dan perahu karet.
(umi/)











































