Australia akan Kembali Kirimkan 450 Pasukan ke Irak
Selasa, 22 Feb 2005 11:40 WIB
Jakarta - Pemerintah Australia akan mengirimkan tambahan pasukan ke Irak untuk memberikan pengamanan bagi para teknisi Jepang yang membantu pembangunan kembali Irak selatan. Demikian diumumkan Perdana Menteri (PM) Australia, John Howard, hari Selasa (22/2/2005) ini.Pasukan baru yang akan dikirimkan itu berjumlah sekitar 450 personel. Dikatakan Howard, bahwa ini merupakan keputusan yang sulit untuk mengirimkn tambahan pasukan ke Irak. Diakuinya, keputusan ini juga tidak akan populer bagi sebagian besar rakyat Australia.Australia telah menempatkan sekitar 950 personel militernya di dalam dan sekitar Irak. Namun hanya sekitar 300 personel yang berada di dalam negeri bekas rezim Saddam Hussein itu."Saya tahu ini tidak akan populer bagi banyak orang," tutur Howard. "Saya minta orang-orang untuk mempertimbangkan alasan yang telah saya berikan," imbuhnya. Dijelaskan Howard, pasukan yang akan dikirimkan ini terdiri dari skuadron kavaleri, satu unit infantri dan satu tim pelatihan. Demikian seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (22/2/2005)."Tugas utama adalah memberikan lingkungan yang aman bagi para teknisi Jepang dan pasukan pendukung yang membuat kontribusi kemanusiaan berharga bagi proses pembangunan kembali," tandas Howard."Gugus tugas ini juga akan terlibat dalam pelatihan pasukan keamanan Irak ," imbuh pemimpin negeri Kangguru itu.Australia mengirimkan pasukan baru ini atas permintaan pemerintah Inggris, menyusul keputusan pemerintah Belanda untuk tidak memperbarui komitmennya. Pasukan Belanda sebelumnya ditugaskan untuk melindungi personel-personel non tempur Jepang di Irak. Pasukan akan dikerahkan dalam 10 pekan ini.
(ita/)











































