"Saya titip pesan sama keluarga ibu-ibu yang kerja di Malaysia, kalau mudik kasih tahu agar lewat jalan yang bener, jangan lewat jalan tikus, karena bisa tidak aman," kata Nusron dalam siaran pers, Rabu (8/7/2015).
Nusron Wahid menyampaikan hal itu di sela-sela Safari Ramadhan Tahun 2015 di Ponpes Wasilatul Huda desa Taman Gede, Kec. Gemuh, Kab. Kendal Jateng. Desa tersebut 80 persen warganya menjadi TKI di luar negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belakangan ini banyak sekali TKI dari Malaysia yang memaksakan diriย mudik menggunakan perahu kecil dan sangat rawan tingkat keselamatannya. "Selain masalah nyawa yang tidak aman. Nanti kalau balik lagi ke Malaysia juga susah, sebab dianggap pelarian karena tidak tercatat di imigrasi," ujarnya.
Karena itu, Nusron meminta tolong sama keluarga TKI yang di Indonesia agar ikut membantu pemerintah memberitahu kepada keluarganya yang menjadi TKI kalau mudik lewat imigrasi. "Kasih tahu bu sama suami dan anaknya kalau pas kontak, jangan percaya calo yang menjanjikan mudik lebih murah, tapi tidak aman. Naik kapal kecil nanti malah tenggelam kapalnya. Nanti anak atau suamimu Ibu bisa hilang," ujarnya.
Menurut Nusron, jalur mudik ilegal atau tidak resmi yang membahayakan, biasanya menggunakan kapal kecil melalui daratan laut di kawasan Nunukan, Kaltim, Pangkal Pinang dan Batam di Kepri. "Petugas keamanan baik Indonesia dan Malaysia, sudah menjaga. Cuma namanya orang nekat kita tidak ada yang tahu. Ada saja akal dan jalannya," katanya.
Menurut catatan, pekan lalu banyak sekali TKI Indonesia yang hendak mudik terpaksa diciduk dan diamankan petugas imigrasi Malaysia karena mencoba keluar melalui jalur ilegal. Hingga saat ini sebagian masih ditahan petugas imigrasi. "Kita akan perjuangkan agar teman-teman kita bisa mudik semua dengan aman dan selamat," ujarnya. (van/tor)











































