Kata Johan Budi dan Jimly Tentang Soal Tes Kompetensi Capim KPK

Kata Johan Budi dan Jimly Tentang Soal Tes Kompetensi Capim KPK

Aditya Fajar Irawan - detikNews
Rabu, 08 Jul 2015 12:41 WIB
Kata Johan Budi dan Jimly Tentang Soal Tes Kompetensi Capim KPK
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Jimly Asshiddiqie dan wakil ketua KPK normatif Johan Budi menjadi kandidat sebagai calon pimpinan KPK. Sama seperti dengan para kandidat lainnya, Jimly dan Johan hari ini menjalani tahap seleksi uji kompetensi serta penulisan makalah.

"Susah lah mengenai organisasi, kepegawaian, dan Alhamdulillah kita jawab. Kita isi semua," ungkap Jimly saat ditanya usai menjalai tes uji kompetensi di Pusat Pendidikan Sekretariat Negara (Setneg) di Jalan Gaharu 1, Cipete, Jaksel, Kamis (8/7/2015).

Ketika dikonfirmasi apakah ia percaya diri dengan hasil tes, Jimly mengaku menyerahkan semuanya kepada tim penilai. Adapun untuk seleksi capim KPK kali ini, ada 23 wanita dan 171 pria yang lolos tahap seleksi pertama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita jawab dan kita serahkan ke tim penilai nanti," kata Jimly yang terlihat terburu-terburu pergi itu.

Sementara itu menurut Johan Budi, pada tes kompetensi tersebut ada 70 soal yang harus dikerjakan setiap kandidat. Soal-soal tersebut tentu saja berkaitan dengan KPK.

"Sudah dikerjakan semua.. Soal (seperti tentang) UU KPK, Tipikor, TPPU.Β  Tinggal milih aja. A/B/C/D yang menurut saya benar aja. Belum tentu bener juga (jawabannya) haha," ucap Johan pada kesempatan yang sama.

Lalu, apakah Johan yakin hasil dari tes ini akan membawanya lolos untuk tahap berikutnya? Mengigat ia merupakan kandidat dari internal KPK.

"Baru tes pertama, jangan berandai-andai. Banyak yang pakar, apalagi Prof Jimly. Saya sebagai warga negara peduli untuk berantas korupsi ya, ikut sebagai kewajiban. Mengenai lolos nggak kita serahkan ke mekanisme pansel," tutur Johan.

Johan yang mengaku tidur dan istirahat yang cukup sebagai persiapan tes itu tidak mau menggubris mengenai kabar yang beredar tentang calon titipan kepada pansel. Ia pun percaya terhadap kredibilitas pansel.

"Jangan suudzon. Belum apa-apa, kita yakin dengan kredibilitas pansel. Belum tahu ya putusan panselnya seperti apa. Seleksinya kan bertahap ya, ada wawancara, bikin makalah kompetensi. Tapi integritas tak melalui tes seperti ini," ujarnya.

Salah satu politisi PPP, Ahmad Yani, yang juga masuk menjadi kandidat dan juga mengikuti tes, menyebut soal lebih banyak berkenaan dengan hal-hal normatif. Kebanyakan soal pilihan ganda tersebut, katanta, adalah mengenai pasal-pasal.

"Banyak yang bisa dijawab dan ada yang tak dijawab. Ada soal dan jawabannya keliru makanya tak dijawab. Soalnya tentang pasal-pasal tapi ini kompetensi, tapi harusnya ada kombinasi dengan soal lain," tandas Ahmad Yani.

Usai menjalani tes uji kompetensi ini, para kandidat diharuskan menulis makalah dengan topik yang akan ditentukan oleh tim. Jadwal penulisan makalah juga dilakukan hari ini, mulai pukul 12.15-13.00 WIB. (elz/faj)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads