Ketika detikcom mencoba menjajal tol itu pada Selasa (7/7/2015), sekitar pukul 19.30 WIB. Tak terlihat adanya babi hutan atau binatang lain yang menyeberang jalan.
Memang beberapa laporan menyebutkan hewan seperti babi biasanya menyeberang pada malam hari. Minimnya penerangan jalan juga membatasi jarak pandang pengemudi sehingga kewaspadaan tetap harus ditingkatkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tentu pemudik tak perlu terlalu risau apabila sempat pula berpapasan dengan kelelawar. Namun kehati-hatian serta perhatian lebih dalam hal mengontrol kecepatan harus dilakukan pemudik yang akan melintas di jalur tersebut.
Untuk tempat peristirahatan atau rest area sendiri, di sepanjang Tol Cipali direncanakan ada 8 rest area di kanan-kiri jalan. Namun saat detikcom melintas dari Cikopo ke Palimanan hanya ada 1 rest area yang sudah benar-benar siap yaitu di KM 102.
Di masing-masing jalur ada 4 rest area yang terdiri dari 2 rest area dengan SPBU dan 2 rest area tanpa SPBU. Untuk rest area dengan SPBU ada di KM 102 dan KM 166, sisanya yaitu di KM 86 dan KM 130.
Di setiap rest area ada masjid atau musola serta bangunan shelter bagi pemudik yang ingin beristirahat sejenak. Namun di beberapa rest area masih belum benar-benar selesai dikerjakan.
Untuk pintu keluar tol sendiri ada 7 gerbang yaitu di Cikopo (KM 77), Kalijati (KM 106), Subang (KM 116), Cikedung (KM 148), Kertajati (KM 165), Sumberjaya (KM 180), dan Palimanan (KM 193).
Kondisi tol yang masih mulus memang membuat beberapa pengemudi memacu kendaraannya. Bahkan beberapa truk sedang pun terlihat tancap gas di Tol Cipali karena memang situasi jalan cenderung sepi.
Kebanyakan jenis kendaraan yang melintas yaitu mobil pribadi dan truk sedang. Hanya truk besar dan bus umum yang sesekali ikut menjajal mulusnya jalan tol tersebut.
(dha/dra)











































