"Kami akan lakukan razia. Niat awalnya bagus memberi makan kepada pengemis mungkin tidak punya makanan, tapi hampir 90% negatif. Saya perintahkan razia dan tindakan tegas," ujar Tito usai menghadiri Apel Siaga Pengendalian Arus Mudik Balik Idul Fitri Tahun 2015 di Taman IRTI Monas, Jakarta Pusat, Rabu (8/7/2015).
"MUI juga mengimbau sahur on the road kembali ke yang benar. Niat awalnya baik untuk memberikan sahur, terutama masyarakat yang susah, malah jadi ajang arak-arakan. Kita sudah temukan mereka yang mabuk dan berkelahi di Mampang kita tangkap, bahkan di Tanah Abang kita temukan ada senjata tajam, jadi sudah keluar trek," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sudah perintahkan seluruh jajaran akan lakukan operasi skala besar. Nggak pakai helm, mobil terbuka dan arak arakan di bak terbuka kita tertibkan. Kalau tidak memiliki surat-surat mobilnya, kita tahan. Kemudian ada sajam dan narkotik juga kita tahan," kata Tito.
Menurut Tito, alangkah lebih baik jika para kawula muda menghabiskan sisa Ramadan yang sebentar lagi habis di rumah atau masjid. Tidak perlu ikut kegiatan kongkow-kongkow berkedok SOTR yang sering berujung onar.
"Imbauan bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dimohon kepada orangtua, agar sahur on the road itu dikembalikan ke jalan yang benar. Lebih baik sahur di rumah masing-masing dan lebih baik berzikir, tadarus dibandingkan on the road yang lebih banyak mudharatnya," pungkasnya. (aws/elz)











































