"Kami imbau agar yang bersangkutan mau terbuka soal kasus yang sedang dia tangani di KPK. Kami tidak meminta detil kasusnya seperti apa, tapi beri kami satu nama saja yang mungkin menurutnya berpotensi memberikan teror kepadanya karena kasus yang sedang disidiknya," jelas Kapolres Bekasi Kota Kombes Daniel Bolly Tifaona kepada detikcom, Rabu (8/7/2015).
Bolly menegaskan, pihaknya snagat concern dengan kasus teror terhadap Apip ini. Namun sekali lagi ia mengimbau agar Kompol Afif bercerita soal kasus apa saja yang sedang ditanganinya di KPK.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Bolly, ada 2 petunjuk yang bisa diperoleh aparat polisi untuk mengungkap kasus teror ini. Yang pertama adalah rekaman CCTV di rumah korban yang sudah didapat pihak kepolisian.
"Tetapi kami tidak bisa menangkap wajah yang ada di CCTV tersebut karena gambarnya kurang tajam. Dan lagipula, kita tidak bisa menangkap semua orang yang berjanggut," ungkapnya. Salah satu pelaku penaruh benda mirip bom di rumah Kompol Apip ciri-cirinya berjanggut.
Jalan kedua, yakni keterangan Kompol Apip terkait persooalan pribadi dan juga pekerjaannya sebagai penyidik KPK. Dengan terbukanya Apip ke penyidik, polisi bisa mengerucutkan kecurigaan aksi teror ini ke orang-orang tersebut.
"Kalau persoalan pribadi, menurut yang bersangkutan tidak punya persoalan pribadi sama siapa pun. Kalau itu tidak ada, ya kemungkinannya, bisa saja berkaitan dengan pekerjaannya," imbuhnya.
Apalagi, lanjut Bolly, Apip bukan sekali itu saja menerima teror. Sebelumnya, ban mobilnya pernah digembosi dan juga disiram air keras.
"Kalau sudah 3 kali teror, kami berpikir ini ada kaitannya dengan pekerjaannya," tuntasnya.
(mei/dra)











































