YLKI: Sudah 12 Orang Tewas di Tol Cipali, Titik Rawan Harus Diwaspadai

Jalur Mudik 2015

YLKI: Sudah 12 Orang Tewas di Tol Cipali, Titik Rawan Harus Diwaspadai

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Rabu, 08 Jul 2015 11:29 WIB
YLKI: Sudah 12 Orang Tewas di Tol Cipali, Titik Rawan Harus Diwaspadai
Foto: dhani irawan/detikcom
Jakarta - Pemerintah telah meresmikan jalan Tol Cipali, hal ini diyakini mengurangi 40% kemacetan selama arus mudik 2015. Namun beberapa kecelakaan terjadi di tol itu yang menyebabkan korban tewas.

Berdasarkan catatan YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia) hingga bulan juli ini sudah 42 kecelakaan dengan total korban tewas 12 orang.

"Warga hati-hari gunakan Tol Cipali karena telah memakan 12 korban meninggal dunia dari 42 kecelakaan yang terjadi," ujar Ketua YLKI, Tulus Abadi di Jakarta, Rabu (8/7/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tulus mengatakan sejak diresmikan tol Cipali belum terlihat ada kesiapan yang matang. Meski begitu pemerintah tetap nekat mengoperasikan tol terpanjang saat ini.

"Cipali secara teknis belum siap operasi akan tetapi dipaksa operasi demi untuk memanjakan pemudik. Hal itu bisa dilihat dari ketidak lengkapan rest area, rambu-rambu rawan kecelakaan, penerangan lampu untuk malam hari dan beberapa hal lainnya," paparnya.

Tulus meminta pemerintah segera identifikasi titik mana saja lokasi rawan kecelakaan di Tol Cipali. Paling tidak hal itu dapat mengurangi permasalahan yang ada.

"Melihat dari jumlah korban yang banyak, Kementerian PU seharusnya melakukan identifikasi di titik mana saja lokasi rawan kecelakaan, sehingga bisa dijadikan jalan keluar permasalahan tol Cipali. Berkaca maraknya kecelakaan di tol Cipularang dahulu di area KM 97 yang sekarang ini kalau kita lihat ada rambu-rambu baru yaitu pengemudi dilarang menetralkan gigi saat turunan karena berbahaya. Selama ini kebiasaan dari pengemudi kita untuk hemat bahan bakar mereka menetralkan gigi padahal laju di jalan itu turunan dan menikung," paparnya.

Menurutnya jalan tol Cipali harus dilakukan evaluasi ulang. Hal itu baiknya dilakukan sebelum arus mudik.

"Secara ekstrim harus ditutup sementara tapi itu juga bukan pilihan baik karena sebentar lagi memasuki arus mudik. Salah satu cara memberikan warning keras kepada masyarakat dan rambu-rambu harus diperbaiki," tandasnya.

Untuk informasi lengkap soal rest area di jalur mudik silakan download aplikasi Jalur Mudik BRI 2015 yang dipersembahkan oleh BRI dan detikcom di app store dan play store.

(edo/dra)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads