Tentunya pemudik mobil dapat menghindari sejumlah titik 'horor' di jalur Pantai Utara Jawa (Pantura) yang dikenal macet ketika musim mudik tiba. Selain itu, dengan dibukanya Tol Cipali diharapkan titik-titik rawan macet dapat terurai lantaran pemudik mobil bisa menggunakan akses tol sampai Brebes.
Ketika detikcom menjajal tol sepanjang 116 km itu pada H-10 atau pada Selasa (7/7/2015), belum terlalu terlihat kepadatan pemudik mobil yang melintas di Tol Cipali. Frekuensi kendaraan pribadi memang mendominasi dibandingkan bus antar kota tetapi jumlahnya dapat dihitung dengan jari tangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal saat itu, mobil Avanza yang dikendarai detikcom melaju dengan kecepatan 80-100 km/jam. Sehingga kemungkinan besar, mobil-mobil yang menyalip detikcom berkecepatan sekitar 100-120 km/jam.
Memang kondisi Tol Cipali sangat menantang pemudik untuk memacu mobilnya. Namun tetap perlu diwaspadai beberapa kerawanan yang menyebabkan sejumlah kecelakaan di tol tersebut.
Di siang hari, kontur jalan yang didominasi lurus serta beberapa tikungan yang tak terlalu tajam dapat membuat pemudik hilang konsentrasi. Rambu jalan pun masih minim sehingga dapat membuat pemudik tak terlalu waspada.
Sementara di malam hari, penerangan jalan yang minim menjadi masalah yang harus diwaspadai. Tak hanya itu, sejumlah kecelakaan juga dipicu adanya hewan yang menyeberang di lokasi tersebut.
Selain itu, terpaan angin yang cukup kencang juga perlu diperhatikan oleh pemudik. Apalagi bagi pemudik yang membawa barang berlebih dan diikat di atap mobil. Pastikan ikatan cukup kencang agar barang-barang bawaan tidak terbang dan membahayakan pemudik lainnya.
(dha/dra)











































