"Saya khawatir ini tahun ketiga saya di sini, tapi seperti mengulangi tahun pertama. Jakarta itu kota terbuka kepada siapa saja," ujar Ahok saat memberikan sambutan di Lapangan IRTI Monas, Jakarta Pusat, Rabu (7/7/2015).
Ahok memerintahkan para lurah dan camat untuk turun ke lapangan secara langsung. Mereka diminta untuk periksa rumah petak atau indekos murah di sepanjang jalan inspeksi pinggir sungai dan waduk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga meminta seluruh jajarannya untuk mencari lahan kosong di wilayahnya saat banyak orang mudik. Tujuannya untuk mendata agar Pemprov dapat membangun rumah susun (rusun) dan lainnya di saat kondisi Jakarta lowong.
"Lurah camat sebagai estate manajer harus cari-cari tanah yang kosong di wilayahnya kalau harga sesuai appraisel kita beli karena DKI butuh banyak tanah untuk bangun rusun, Lenggang Jakarta dan lain-lain," kata Ahok.
"Saya minta semua dinas juga keliling, saya juga akan keliling Jakarta mengawasi seluruh wilayah. Semua SKPD harus lihat jalan. Mari manfaatkan kesempatan lowongnya Jakarta untuk turun ke wilayah. Saya juga mudik paling 2-3 hari untuk kembali lalu keliling," sambung dia.
Selain itu, Ahok meminta Dinas Sosial DKI terus giat menjaring para penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yang terus berdatangan ke Ibi Kota. Bagi mereka yang kerap mengemis, mantan Bupati Belitung Timur tersebut meminta agar mereka membuat pernyataan tertulis.
"Yang ngemis-ngemis di Jakarta harus membuat surat pernyataan, kalau dia nipu-nipu kita harus pidanain dan kirim ke panti sosial. Yang ngemis itu bukan buat ngemis makan, tapi ngemis uang," pungkasnya.
Sekadar diketahui, monitoring arus mudik/balik akan dilakukan dari H-9 (hari ini) sampai dengan H+7 di Posko Tingkat Nasional Kemenhub RI, terminal bus dan terminal bantuan, stasiun kereta api, pelabuhan udara dan laut serta tempat-tempat keberangkatan mudik bersama. (aws/aan)











































