Riset Energi Baru, Profesor Muda Indonesia Didukung Penuh Kanada

Muda dan Menginspirasi

Riset Energi Baru, Profesor Muda Indonesia Didukung Penuh Kanada

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Rabu, 08 Jul 2015 09:41 WIB
Riset Energi Baru, Profesor Muda Indonesia Didukung Penuh Kanada
Foto: dok pribadi
Jakarta - Agus Pulung Sasmito kini telah satu tahun mengajar di McGill University, Kanada dan disebut sebagai Profesor muda. Bukan semata penghasilan yang dia kejar di negara tersebut, tetapi bagaimana sebuah negara memperhatikan para peneliti.

Sejak mengenyam pendidikan sarjana di Jurusan Teknik Fisika FT UGM dia sudah mendalami soal energi baru dan terbarukan. Tetapi alangkah lebih baik menurut dia apa bila meneliti hal baru, tentu harus didukung fasilitas penunjang yang mutakhir pula.

"Sejujurnya saya belum pernah bersentuhan dengan penelitian di Indonesia kecuali ketika mengerjakan skripsi S1 tahun 2005, dan kurang tahu dengan kondisi nyata penelitian di Indonesia saat ini. Namun dari apa yang saya dengar dan baca, correct me if I am wrong, gaji dosen dan peneliti di Indonesia masih sangat rendah. Ditambah dengan dana riset yang sangat minim; sebagai contoh di Kanada, dana riset untuk research and development sekitar 2% dari gross domestic product (GDP), Singapura sekitar 2.1% GDP dan di Amerika sekitar 2.8% GDP. Sedangkan dana riset di Indonesia masih kurang dari 0.1% GDP," papar Agus saat berbagi inspirasi dengan detikcom, Selasa (7/7/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia kemudian mencontohkan bagaimana dia ketika baru mendaftar sebagai pengajar di Kanada saja dia langsung ditawari berbagai fasilitas. Bahkan dia tak perlu khawatir untuk menggaji asisten untuk melakukan penelitian. Mulai dari mahasiswa S1 hingga S3 dapat dijadikan asisten yang biayanya ditanggung universitas/negara.

Kini dirinya aktif menuliskan berbagai jurnal internasional terkait energi. Tentunya dia dapat mengukir prestasi itu dengan dukungan penuh untuk mencari referensi.

"Beberapa hasil penelitian saya sudah dipublikasikan di sekitar 50 jurnal internasional, 50 international conference, dan beberapa buku. Saya juga mencoba aktif untuk menjadi reviewer di sekitar 25 jurnal ilmiah internasional dan menjadi editor di beberapa jurnal ilmiah seperti Drying Technology – An International Journal, Journal of Canadian Institute of Mining, Metallurgy and Petroleum (CIM) serta Journal of Chemistry," tutur dia.

Ketertarikannya dengan hal-hal baru membuat dia ingin semakin meneliti dari hari ke harinya. Di saat bersamaan dia ingin agar hasil penelitiannya juga ditengok di Tanah Air dan menjadi referensi.

Berita menggugah dengan tema muda dan menginspirasi sengaja disajikan untuk membangkitkan semangat generasi muda untuk semakin kreatif dan inovatif dalam berbagai hal. Jika ada figur di sekeliling anda yang menginspirasi, anda bisa memberikan informasi kepada kami melalui email inspirasimu@detik.com. Ayo berkreasi untuk negeri, detik ini juga! (bag/van)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini