"Saya agak memaksakan diri untuk segera datang ke Washington DC karen banyak hal yang perlu disampaikan dengan komunitas energi di sini dan juga pesan yang harus dibawakan sebelum Presiden datang ke Amerika bulan Oktober Insya Allah," kata Sudirman Said dalam pertemuan dengan masyarakat Indonesia di KBRI Washington DC, AS, Minggu (6/7/2015).
Di AS Sudirman bertemu dengan kalangan pemerintah, seperti Kementerian Energi dan Kementerian Luar Negeri, dan kalangan swasta seperti US Chamber of Commerce dan US-ASEAN Business Council. Banyak isu yang dibahas, dan sebagian di antaranya termasuk isu sensitif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menegaskan, posisi Indonesia di depan negara lain lebih baik ketimbang dahulu dengan daya tawar yang lebih tinggi. Hal ini lantaran Indonesia sudah semakin mengenal dunia dan semakin banyak ahli yang dimiliki Indonesia di bidang energi.
“Ketika saya bertemu pertama kali dengan para ekeskuit Chevron, eksekutif Freeport, eksekutif energi yang ada di Indonesia, saya mengatakan bahwa Anda tidak bisa lagi melihat indonesia sebagaimana 40 tahun lalu. Pada waktu itu posisi kami masih belum tahu dunia, para ahli masih kurang, dan posisi pemerintah sebagai pihak yang lebih banyak butuh,” ujarnya.
Dubes RI untuk Washington DC, Budi Bowoleksono, mengatakan bahwa kunjungan Menteri ESDM penting artinya guna meluruskan persepsi salah yang terbangun di kalangan komunitas energi di AS atas apa yang sedang terjadi di Indonesia.
“Kunjungan ini mempunyai arti penting untuk komunikasi dan mengurangi sebisa mungkin salah persepsi terhadap apa yang terjadi di Indonesia,” ujarnya. (fdn/fdn)











































