Pra-Kunjungan Jokowi, Menteri ESDM Temui Komunitas Energi di AS

Laporan dari AS

Pra-Kunjungan Jokowi, Menteri ESDM Temui Komunitas Energi di AS

Shohib Masykur - detikNews
Rabu, 08 Jul 2015 04:16 WIB
Pra-Kunjungan Jokowi, Menteri ESDM Temui Komunitas Energi di AS
Foto: Shohib Masykur
Washington DC - Presiden Jokowi direncanakan berkunjung ke Amerika Serikat pada bulan Oktober 2015. Sebagai bagian dari persiapan kunjungan tersebut, Menteri ESDM Sudirman Said lebih dulu berkunjung ke AS guna bertemu dengan komunitas energi di negeri Paman Sam.

"Saya agak memaksakan diri untuk segera datang ke Washington DC karen banyak hal yang perlu disampaikan dengan komunitas energi di sini dan juga pesan yang harus dibawakan sebelum Presiden datang ke Amerika bulan Oktober Insya Allah," kata Sudirman Said dalam pertemuan dengan masyarakat Indonesia di KBRI Washington DC, AS, Minggu (6/7/2015).

Di AS Sudirman bertemu dengan kalangan pemerintah, seperti Kementerian Energi dan Kementerian Luar Negeri, dan kalangan swasta seperti US Chamber of Commerce dan US-ASEAN Business Council. Banyak isu yang dibahas, dan sebagian di antaranya termasuk isu sensitif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tantangannya cukup besar, tapi mudah-mudahan dengan komunikasi kita bisa saling memahami. Ada beberapa isu yang mungkin sensitif, seperti soal Freeport, soal perpanjangan wilayah kerja minyak. Nanti kita komunikasikan, tidak ada yang kita tutup-tutupi, tapi saya juga tidak percaya dengan nasionalisme sempit. Baiknya kita mesti kerja sama dengan seluruh pihak,” ujarnya.

Dia menegaskan, posisi Indonesia di depan negara lain lebih baik ketimbang dahulu dengan daya tawar yang lebih tinggi. Hal ini lantaran Indonesia sudah semakin mengenal dunia dan semakin banyak ahli yang dimiliki Indonesia di bidang energi.

“Ketika saya bertemu pertama kali dengan para ekeskuit Chevron, eksekutif Freeport, eksekutif energi yang ada di Indonesia, saya mengatakan bahwa Anda tidak bisa lagi melihat indonesia sebagaimana 40 tahun lalu. Pada waktu itu posisi kami masih belum tahu dunia, para ahli masih kurang, dan posisi pemerintah sebagai pihak yang lebih banyak butuh,” ujarnya.

Dubes RI untuk Washington DC, Budi Bowoleksono, mengatakan bahwa kunjungan Menteri ESDM penting artinya guna meluruskan persepsi salah yang terbangun di kalangan komunitas energi di AS atas apa yang sedang terjadi di Indonesia.

“Kunjungan ini mempunyai arti penting untuk komunikasi dan mengurangi sebisa mungkin salah persepsi terhadap apa yang terjadi di Indonesia,” ujarnya. (fdn/fdn)


Berita Terkait