Kalapas Cipinang Minta Alat Deteksi Narkotika Segera Disediakan

Kalapas Cipinang Minta Alat Deteksi Narkotika Segera Disediakan

Elza Astari Retaduari - detikNews
Rabu, 08 Jul 2015 03:36 WIB
Kalapas Cipinang Minta Alat Deteksi Narkotika Segera Disediakan
Foto: Elza
Jakarta - Kalapas Narkotika Cipinang, Jakarta Timur, Krismono mengeluhkan tidak adanya alat khusus pendeteksi narkotika yang diselundupkan ke penjara. Diduga narkotika masih beredar di Lapas berdasarkan hasil penggeledahan terbaru tim gabungan pada Selasa (7/7) malam.

"Modus luar biasa, kita alat deteksi nggak punya. Kalau (narkotika) dimasukkan roti kita juga nggak tahu. Ini sudah diadukan ke pemerintah harapannya alat deteksi bisa segera ada," kata Krismono, Selasa (7/7/2015) malam.

Menurut dia, pihak Lapas sudah berupaya semaksimal mencegah penyelundupan narkotika ke dalam penjara. Bahkan Kemenkumham sudah meneken nota kesepahaman (MoU) dengan Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) untuk melakukan penggeledahan dalam Lapas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini dalam rangka pemberantasan barang haram," sebutnya.

Krismono menjamin pihaknya merespons cepat bila ada informasi adanya narkotika yang digunakan napi atau diperjualbelikan dalam penjara.

"Yang rutin seminggu 2 kali ditambah dengan yang insidentil, misal ada info-info
nanti langsung sidak," tuturnya.

Razia di Lapas Cipinang (Elza/detikcom)



Dalam razia ini, petugas gabungan memeriksa seluruh kamar narapidana di 4 blok lapas. Dalam razia tersebut juga dilakukan tes urine terhadap 47 narapidana. Hasilnya 2 orang positif narkoba jenis sabu.

"Ada 32 alat komunikasi, 2 alat bong isap sabu, " ujar Krismono.

Keluhan ketiadaan alat deteksi khusus untuk mencegah peredaran narkotika di Lapas/Rutan beberapa kali diungkapkan pihak Kemenkumham.

Plt Dirjen Pemasyarakatan Mamun saat diwawancarai, Selasa (2/6/2015) menyebut para napi pengguna dan pengedar narkotika di Lapas/Rutan selalu punya cara agar terbebas dari pantauan petugas. Mulai dari menyelipkan narkotika di barang titipan pengunjung hingga kongkalikong dengan petugas.

Razia di Lapas Cipinang (Elza/detikcom)


Modus menyelundupkan narkotika ke dalam Lapas/Rutan menurut dia sulit dihadang tanpa peralatan deteksi yang memadai. Selain pintu dilengkapi metal detector, petugas memang menggeledah setiap pengunjung namun jumlah yang kalah jauh dari pembesuk, membuat petugas kewalahan

"Mereka selalu bergerak dinamis kita masih manual. Tahun ini anggaran untuk pengadaan peralatan sudah dibuka bintangnya. Mudah-mudahan setelah semua siap kami bisa lebih maksimal mengawasi Lapas," sambung Makmun.

Bukan cuma soal keterbatasan alat, petugas Lapas/Rutan juga butuh pelatihan khusus. Jumlah petugas sebut Mamun juga harus diperbanyak. (elz/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads