Sriwijaya memandang musibah tersebut bisa mempengaruhi posisi RI saat pemberlakuan liberisasi penerbangan di Asia Tenggara atau ASEAN Open Sky pada tahun 2015.
"Kalau kondisi seperti apa bisa bersaing ASEAN open sky. Bagaimana Cengkareng jadi hub. Kalau kondisi itu, bagaimana bisa jadi hub," kata Direktur Komersial Sriwijaya Air Toto Nursatyo saat diskusi dengan awak media di Ancol, Jakarta Utara, Selasa (7/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masalah macet aja nggak selesai. Tapi kita kasih kesempatan untuk diberesi, banyak hal," ujarnya.
(feb/fdn)










































