Pasutri Muda di Sumedang Mengaku Bayinya Diculik Wanita Berseragam Dinkes

Pasutri Muda di Sumedang Mengaku Bayinya Diculik Wanita Berseragam Dinkes

Baban Gandapurnama - detikNews
Selasa, 07 Jul 2015 20:53 WIB
Pasutri Muda di Sumedang Mengaku Bayinya Diculik Wanita Berseragam Dinkes
Ilustrasi (Foto: thisguyhere/Pixabay)
Sumedang - Pasangan suami istri (pasutri) muda, Priatna Kurnia (21) dan Nani Maryani (21), melaporkan kehilangan anaknya yang masih berusia 11 hari kepada Mapolsek Sumedang Selatan. Keduanya mengaku sang buah hati bernama Nauval Ramdani diculik seorang perempuan berseragam pegawai negeri sipil (PNS) sewaktu berada di RSUD Sumedang.

Kapolres Sumedang AKBP Mahmud Nazly Harahap menyebutkan pengakuan pelapor kejadian berlangsung pada Selasa (7/2/2015), sekitar pukul 10.00 WIB. Pasutri tersebut warga Kampung Babakanjati, Desa Jatisari, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Sebelumnya, perempuan yang mengaku sebagai petugas Dinas Kesehatan Sumedang itu menjemputnya di rumah.

"Awalnya korban (Nani) kedatangan seorang perempuan berseragam dinas yang mengaku dari Dinas Kesehatan. Perempuan itu menanyakan kepada korban apakah anaknya sudah diimunisasi atau belum," kata Nazly sewaktu dikonfirmasi via telepon.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nazly melanjutkan, Nani sempat menjawab kalau anaknya sudah mendapatkan imunisasi. Selanjutnya, perempuan misterius itu menawarkan pembuatan surat keterangan tidak mampu (SKTM) yang mesti diurus di RSUD Sumedang.

"Tapi syaratnya bayi harus dibawa untuk diperiksa. Setiba di rumah sakit (RSUD Sumedang), setelah mendaftar nomor antrean 26 dan menunggu, bayinya diminta oleh pelaku," ujar Nazly.

Lantaran tak merasa curiga, Nani menyerahkan bayinya kepada perempuan tersebut. "Alasannya anak korban mau diperiksa di lab. Namun setelah bayi diserahkan, ternyata tidak dikembalikan kepada korban," kata Nazly menambahkan.

Hingga kini, sambung Nazly, pihaknya terus mendalami laporan pelapor. Termasuk mengecek kamera CCTV yang terpasang di area RSUD Sumedang. "Kami belum bisa menyimpulkan ini penculikan. Penculikan itu baru sebatas pengakuan pelapor. Kami masih menyelidiki dan meminta keterangan pelapor," ucap Nazly. (bbn/gah)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads