Sahur on The Road, Apa Benar Bagi Makanan Sahur atau Cuma Konvoi?

Sahur on The Road, Apa Benar Bagi Makanan Sahur atau Cuma Konvoi?

Taufan Noor Ismailian - detikNews
Selasa, 07 Jul 2015 19:27 WIB
Sahur on The Road, Apa Benar Bagi Makanan Sahur atau Cuma Konvoi?
Jakarta - Mulai dari Mensos Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian, sampai pihak MUI yang menyesalkan aksi sahur on the road (SOTR) yang disalahgunakan.

Yang tak percaya kalau banyak oknum SOTR ini sudah salah makna bisa dilihat di jalan jelang sahur. Lihat saja mulai dari kawasan Thamrin, Sudirman, Blok M, Senopati, Mampang, sampai Warung Buncit, Jaksel para pelaku SOTR malah hanya sekedar konvoi.

Umumnya mereka menggunakan roda dua, banyaknya remaja pria berboncengan dengan lawan jenis. Mereka bawa bendera yang dikibar-kibarkan, serta menggerungkan knalpot yang berisik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Parahnya, mereka terkadang bikin macet dengan berhenti di tengah jalan. Mulai dari foto-foto sampai memasang petasan. Entah apa yang hendak dicari dari aksi remaja ini.

Tak terlihat mereka membagi-bagikan makanan. Lagipula di saat sahur, hanya sedikit saja di jalan yang membutuhkan makan. Ada baiknya, kalau ingin berbagi makanan, bawa saja ke panti asuhan kemudian sahur bersama.

Tak perlu hura-hura konvoi di jalan. Bila ingin memang niat berbagi ikhlas bukankah agama mengajarkan agar jangan sampai diketahui orang? Jadi sebaiknya dengan satu mobil saja, bagi-bagi makanan tak perlu ramai-ramai.

β€œKata nabi sahur itu ada keberkahan, kita tidak semata-mata bangun untuk makan tapi kita meraih keberkahan pada saat kita makan sahur," jelas Mensos Khofifah memberi saran, Selasa (7/7/2015).

Anda punya pengalaman tak enak dengan SOTR? Silakan berbagi ke redaksi@detik.com. (fan/dra)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads