"Saya menyebutnya Nuclear Power Plant for education," kata Nasir saat berkunjung ke Reaktor Nuklir BATAN di Puspitek, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (7/7/2015).
Kapasitas 'PLTN' yang akan dibangun berkisar antara10-40 Mega Watt. Reaktor tersebut akan dibangun di wilayah Puspitek, dekat dengan reaktor riset yang telah lebih dulu ada di lokasi tersebut. Pembangunan diharapkan dimulai tahun 2017 dan selesai pada 2021.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nasir menegaskan 'PLTN' tersebut semata-mata untuk riset, tak akan dikomersialkan. Dia juga menegaskan reaktor nuklir yang akan dibangun ini aman.
"Yang akan dibangun adalah generasi keempat, teknologi terbaru. Ke depannya, saya memikirkan untuk menjadikan ini tourism, biar masyarakat datang dan melihat amannya nuklir di sini," paparnya.
Tujuan pembangunan reaktor nuklir pembangkit listrik ini, selain untuk riset, memang ingin dimanfaatkan Kemristek Dikti untuk sosialisasi PLTN. Masyarakat Indonesia akan dikenalkan bahwa teknologi nuklir itu aman.
"Kalau penerimaan masyarakat tinggi, kita akan membangun PLTN," ujarnya.
(tor/fdn)










































