"Terkadang kalau mendengar suara gas (motor), tangan ini gatal untuk main lagi. Padahal saat itu saya sedang rehat," jelas Yanti kepada detikcom di arena tong setan miliknya di areal Sarana Olah Raga (SOR) Tri Dharma Petrokimia Gresik, Senin (6/7/2015)..
Sebenarnya, Yanti berniat pensiun di umur 40 tahun. Banyaknya kontrak pertunjukan, membuat Yanti masih harus beratraksi dari satu tempat ke tempat lain. Permintaan itu tak bisa ditolak. Yanti mengaku uang yang cukup besar adalah faktor lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yanti mencontohkan, di seperti di Petro (Petrokimia Gresik), timnya bisa mengantongi Rp 8-10 juta semalam. Namun hal itu dibagi dengan pekerja. Uang jutaan didapat dari penonton yang membayar tiket Rp 8 ribu untuk sekali pertunjukan. Sekali pertunjukan, jumlah penonton yang masuk bisa lebih dari 50 penonton. Dan dalam semalam, Yanti bisa melakukan banyak pertunjukan mulai dari pukul 18.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB.
Yanti mengakui ada perbedaan antara ia dulu dan sekarang. Yanti yang sekarang adalah Yanti yang lebih berisi. Yanti merasa badannya lebih berat. Tetapi Yanti juga mengaku bertambahnya berat badan tak mengurangi kualitasnya saat ia tampil.
"Kalau dulu saya cukup ramping karena saya fitness terus. Dimanapun saya tampil, saya cari tempat fitness dan berlatih kebugaran di situ. Kalau sekarang sudah gak pernah lagi," timpal Yanti.
Yanti belum tahu kapan ia akan pensiun. Tetapi Yanti mengisyaratkan akan berhenti main tong setan jika sudah tak mampu lagi. Selama 11 tahun larut di dunia tong setan, perempuan berambut panjang itu masih bisa menikmati memacu kendaraan di tabung besar demi menghibur penonton.
(Foto: Budi Sugiharto/detikcom) |












































(Foto: Budi Sugiharto/detikcom)